MediaMerdeka.com – Keaparatur negara kementerianan Perdagangan Republik Indonesia dan Nestlé Indonesia terus memperkuat kolaborasi dalam mendukung peningkatan ekspor nasional, memperluas akses pasar internasional, serta meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global. Kolaborasi ini diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) demi mendorong peningkatan ekspor produk olahan serta bahan baku berkualitas dari Indonesia ke pasar internasional.
Penandatanganan tersebut dilanjutkan bersama seremoni pelepasan ekspor produk olahan kopi yang diproduksi di Indonesia, dalam rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 pada 15 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten.
Sinergi antara pihak pemerintah dan tersangka usaha menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat ekosistem ekspor nasional serta mendorong semakin sejumlah produk Indonesia menjangkau pasar internasional. Menteri Perdagangan Republik Indonesia Budi Santoso mengapresiasi kontribusi Nestlé Indonesia dalam mengembangkan produk lokal berstandar internasional.
Menurutnya, keberadaan Nestlé yang telah berinvestasi di Indonesia turut mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), petani kopi, serta peternak sapi melalui kegiatan usaha dan rantai pasok korporasi.
“Terima kasih lantaran kehadiran Nestlé Indonesia telah menolong produk-produk lokal kita demi berkembang dan mampu memenuhi standar internasional. Investasi yang telah berjalan ini amat menolong UMKM, peternak, dan para petani kopi kita.” ujar Budi.
Selama makin dari 55 tahun beroperasi di Indonesia, Nestlé Indonesia secara konsisten mendukung pembangunan ekonomi nasional melalui berbagai investasi jangka panjang, mengawali dari pengembangan industri manufaktur berstandar global di empat provinsi hingga pemberdayaan rantai pasok lokal dalam bentuk pembinaan petani kopi dan peternakan susu sapi rakyat. Melalui upaya ini, korporasi turut menciptakan nilai tambah dan peluang ekonomi untuk masyarakat sekitar, sekaligus menghubungkan produk serta komoditas Indonesia bersama jaringan pasar global.
Presiden Direktur PT Nestlé Indonesia Georgios Badaro menyebutkan, “Penandatanganan MoU bersama Keaparatur negara kementerianan Perdagangan Republik Indonesia dan seremoni pelepasan ekspor ini mencerminkan sinergi antara pihak pemerintah dan dunia usaha dalam memperkuat daya saing sektor manufaktur Indonesia. Saya menginginkan kolaborasi ini dapat meningkatkan nilai tambah untuk perekonomian Indonesia.”
Saat ini, Nestlé Indonesia mengekspor makin dari 70 jenis produk ke makin dari 30 negara, antara lain Filipina, Bangladesh, Australia, serta negara-negara di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara, bersama portofolio yang mencakup berbagai merek bagaikan NESCAFÉ dan MILO. Sebagai untukan dari komitmen tersebut, pada kesempatan ini dilakukan seremoni pelepasan ekspor NESCAFÉ Ready-to-Drink (RTD) bersama tujuan Australia.
Kegiatan ekspor ini mencerminkan peran Indonesia sebagai basis manufaktur yang kompetitif dan terintegrasi dalam jaringan global Nestlé. Selain itu, Nestlé Indonesia juga turut berkontribusi dalam membuka akses yang makin luas untuk komoditas Indonesia ke pasar global melalui program pembinaan petani kopi, hal ini sekaligus menciptakan nilai tambah untuk petani, pemasok lokal, dan perekonomian nasional.
Direktur Corporate Affairs PT Nestlé Indonesia Fajar Dewantara mengimbuhkan, “Kami berterima kasih atas kolaborasi serta bimbingan Keaparatur negara kementerianan Perdagangan RI, di bawah kepemimpinan Bapak Budi Santoso. Kami menginginkan dapat terus memperkuat ekosistem industri dan pertanian nasional, menciptakan nilai tambah di dalam negeri, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang menyerahkan manfaat nyata untuk masyarakat sekitar luas.”
Melalui penandatanganan MoU dan seremoni pelepasan ekspor dalam rangkaian TEI 2026, Nestlé Indonesia menegaskan komitmennya demi memperkuat kapabilitas manufaktur dan rantai pasok lokal, menciptakan manfaat nyata untuk masyarakat sekitar, serta mengangkut potensi Indonesia semakin dekat bersama pasar global sebagai untukan dari kontribusi jangka panjang korporasi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. ***
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

