Kasus Polisi Tembak Polisi! Dudung Soroti Psikologi Personel, Bakal Evaluasi Rekrutmen Polri

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Menko Polkam Dudung Abdurachman akan mengevaluasi sistem rekrutmen Polri menyusul kasus pihak kepolisian menembak pihak kepolisian di Markas Direktorat Kepihak kepolisianan Udara Korpolairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, Tangerang Selatan.

Evaluasi mencakup aspek ideologi hingga psikologi personel, di tengah dugaan perundungan yang melatarbelakangi peristiwa tersebut.

Dudung menyebutkan, evaluasi akan dilakukan setelah pihaknya memperoleh informasi yang makin akurat mengenai kasus yang menewaskan Bharada Laurentius Valdo Fernandez Lawai pada Jumat (16/10/2026).

“Saya masih cari informasi yang makin akurat, nanti tentu akan dievaluasi, tentu akan dievaluasi,” kata Dudung di Kemenko Polkam, Jakarta, Senin (19/10/2026).

Ia menegaskan, evaluasi tidak cuma menyangkut penanganan kasus, namun juga sistem rekrutmen anggota Polri, termasuk aspek ideologi dan psikologi yang dinilai penting dalam pembentukan personel.

“Ya, sistem rekrutmen entah ideologi, psikologi itu tentu akan amat dominan. Kita lihat gejala-gejalanya bagaikan itu, ya,” ujar Dudung.

Selain evaluasi sistem rekrutmen, Dudung mengingatkan anggota Polri agar mampu mengendalikan emosi dan tidak bertindak di luar kendali ketika menyikapi persoalan pribadi maupun konflik di lingkungan kerja.

Menurutnya, personel yang menyikapi masalah sewajibnya melapor kepada atasan, bukan mengambil tindakan sendiri yang berujung pada kekerasan.

“Jangan menjalankan tindakan-tindakan bersama emosi tidak terkontrol yang akhirnya bagaikan itu,” katanya.

Luka Tembak dan Sayatan

Bharada Valdo tewas ditembak berulang kali oleh juniornya, Bharada Andika Rahmadani, di markas Korpolairud Pondok Cabe, pada Jumat (16/10/2026). Selain luka tembak, pihak korban juga dilaporkan merasakan luka sayatan di untukan leher.

Kuasa hukum keluarga Valdo, Petrus Bala Pattyona, menduga tersangka tidak bertindak sendirian lantaran adanya luka sayatan senjata tajam pada tubuh pihak korban.

“Lukanya sejumlah. Tidak barangkali satu tersangka menjalankan penembakan sembari menggorok leher. Ada senjata tajam jenis sangkur dan senapan,” ungkap Petrus.

Berdasarkan keterangan awal, Andika mengaku kerap merasakan perundungan dan merasa kerap disalahkan oleh Valdo saat bertugas.

Ia juga mengaku telah mengangkut golok ke markas sejak Senin (12/10/2026) bersama alasan takut dan ingin melindungi diri.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *