Dukung Visi Indonesia Digital 2045, GoTo Rilis LLM Open-Source 27 Miliar Parameter di Bali Tech Week

admin
By
admin
4 Min Read

MediaMerdeka.com – Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), kemampuan memahami bahasa dan kebiasaan masyarakat sekitar menjadi salah satu tantangan dalam menghadirkan teknologi yang relevan. Termakin di Indonesia, komunikasi sehari-hari tidak cuma memakai bahasa Indonesia baku, namun juga melibatkan bahasa daerah, singkatan, hingga istilah informal yang berkembang di masyarakat sekitar.

Kondisi tersebut mendorong PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) mengembangkan teknologi AI yang dirancang demi memahami konteks lokal Indonesia. Melalui Large Language Model (LLM) bersama kapasitas 27 miliar parameter, GoTo berupaya menghadirkan model bahasa yang makin sesuai bersama karakteristik komunikasi masyarakat sekitar Tanah Air.

Teknologi tersebut diluncurkan dalam ajang Bali Tech Week 2026 yang berlangsung di Sanur, Bali, Senin (19/10/2026). Model ini dirancang demi memahami bahasa Indonesia serta sejumlah bahasa daerah, mengawali dari Jawa, Sunda, Bali, hingga Batak.

CEO GoTo, Hans Patuwo menyebutkan, selama ini masyarakat sekitar telah cukup akrab dan terbantu bersama AI buatan luar negeri. Meski begitu, ia menilai Indonesia tetap membutuhkan sistem AI yang dibangun sendiri agar makin sesuai bersama kebiasaan masyarakat sekitar Indonesia.

“Namun, kita juga perlu mengembangkan AI buatan sendiri demi menjawab tantangan dan kebutuhan lokal,” ujar Hans dalam sesi diskusi di Bali Tech Week 2026.

Model AI ini dirilis secara open source atau terbuka demi umum. Artinya, siapa saja dapat mengaksesnya secara gratis, mengawali dari kalangan akademisi, peneliti, startup, tersangka bisnis, hingga instansi pihak pemerintah.

Hans menyebutkan, langkah tersebut diambil demi menyerahkan peluang untuk pengembang uagar dapat mengeksplorasi teknologi AI dan membangun aplikasi sesuai kebutuhan masing-masing. Model ini, misalnya, dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengembangan fitur tanya jawab otomatis, perangkum dokumen, hingga sistem penerjemahan.

Ketersediaan model yang dapat diakses secara gratis juga berpotensi menolong memperluas kesempatan demi belajar dan bereksperimen bersama teknologi AI. Mahasiswa dapat memanfaatkannya demi proyek penelitian, sementara startup dapat mengeksplorasi pengembangan layanan digital tanpa wajib membangun model bahasa besar dari awal.

Dalam proses pembuatannya, LLM ini dilatih memakai teks berbahasa Indonesia dari berbagai mitra media dan situs web sektor publik, serta data bahasa daerah. Khusus demi bahasa Batak, GoTo berkolaborasi bersama Universitas Sumatera Utara (USU) dalam pengumpulan data.

Berukuran 27 miliar parameter, model ini dirancang agar tetap ringan saat dijalankan. Universitas, startup, atau lembaga pihak pemerintah dapat mengoperasikannya di server masing-masing tanpa perlu memiliki pusat data yang besar. Nantinya, publik dapat memakai LLM ini demi menciptakan alat AI bagaikan fitur tanya jawab otomatis, perangkum dokumen, dan sistem penerjemahan.

Hans mengimbuhkan, AI buatan global terkadang masih kurang maksimal dalam menangkap cara komunikasi orang Indonesia, bagaikan penggunaan singkatan gaul atau bahasa daerah sehari-hari. Kehadiran LLM dari GoTo ini diharapkan dapat mengisi celah tersebut.

“AI yang dirancang demi penggunaan global barangkali masih belum sepenuhnya optimal dalam memahami data lokal dan cara masyarakat sekitar Indonesia berkomunikasi, mengawali dari  singkatan sehari-hari hingga  bahasa daerah yang digunakan sejak kecil di rumah. Di GoTo, kami berupaya menjawab tantangan ini bersama mengembangkan AI yang relevan secara lokal untuk para pengguna kami. Membuka akses model ini kepada publik merupakan cara kami berkontribusi demi negara. Kami ingin turut membangun fondasi pengembangan AI yang memahami konteks lokal dan dapat dimanfaatkan oleh siapa saja di Indonesia,” pungkas Hans. ***

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *