IHSG Anjlok, Dasco Minta BEI Lakukan Perbaikan dan Akomodir Laporan MSCI

admin
By
admin
4 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengimbau Bursa Efek Indonesia demi menjalankan perbaikan imbas keluarnya laporan Morgan Stanley Capital Internasional (MSCI) yang menciptakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada hari ini.

Hal ini diumumkan Dasco usai mendatangi kantor BEI pada Jumat (16/10/2026). Pertemuan itu juga dihadiri Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi, Menteri Investasi sekaligus CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Roeslani, hingga Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto.

“Tadi telah menjalankan koordinasi selaku Dewan Perwakilan Rakyat yang hari-hari kami lalu bertugas sebagai fungsi pengawasan,” katanya dalam konferensi pers di BEI, Jumat (16/10/2026).

Dasco menyebut bila selama ini DPR terus mengawasi kejadian-kejadian yang ada di bursa. Mereka terus memonitor dan mengimbau jajaran BEI demi menjalankan perbaikan.

“Dan dalam peristiwa-peristiwa yang lalu kami memonitor serta mengimbau kepada bursa demi terus menjalankan perbaikan-perbaikan,” lanjutnya.

Ia juga mengimbau BEI demi mengakomodir pendapat dari lembaga pemeringkat internasional bagaikan MSCI.

“Dalam rangka juga mengakomodir pendapat-pendapat dari lembaga-lembaga rating internasional, dan termasuk dari MSCI,” imbuhnya.

Dasco menyebut sebenarnya pengumuman MSCI dijadwalkan keluar pada November 2026. Namun kenyataannya review tersebut justru terbit dini hari, makin cepat dari perkiraan.

“Yang sewajibnya baru akan menjalankan review atau konsultasi pada bulan November, tapi lalu pada dini hari tadi itu lalu telah mengeluarkan semacam review,” beber dia.

Padahal, Dasco menilai bila BEI maupun OJK sebenarnya juga telah menjalankan proses perbaikan dalam rangka mengakomodir laporan pemeringkat internasional tersebut. Maka dari itu, pihaknya menjalankan koordinasi bersama pihak terkait soal munculnya laporan MSCI.

“Bertepatan bersama sebenarnya bahwa Bursa juga telah menjalankan proses-proses dalam rangka mengakomodir review-review yang sebenarnya baru akan di bulan November, namun lalu dalam hal ini OJK dan Bursa telah menjalankan proses-proses tersebut,” tegasnya.

Sementara itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir terus tertekan hingga akhir persen di Perdagangan Sesi I, Jumat, 16 Oktober 2026. IHSG merosot 630,77 poin atau 10,75 persen ke level 5.223.

Berdasarkan data Phintraco Sekuritas, IHSG dibuka di level 5.394. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 5.405 dan terendah 5.193 sepanjang perdagangan sesi pertama.

Di tengah pelemahan tersebut, nilai transaksi saham tercatat mencapai Rp17,30 triliun. Sementara itu, volume transaksi mencapai 37,83 miliar saham bersama frekuensi perdagangan sesejumlah 1.336.396 kali.

Di sisi lain, penurunan ini disinyalir adanya pengumuman lembaga pemeringkat MSCI yang ingin menurunkan peringkat pasar modal Indonesia ke Standalone Market. IHSG juga sempat trading halt alias menghentikan perdagangan saham pagi tadi.

Alasan laporan MSCI keluar dipicu oleh kekhawatiran terhadap aksesibilitas investasi, transparansi kepemilikan saham, dan tata kelola pasar modal Indonesia. Dalam pernyataannya, MSCI menyampaikan bahwa rencana perubahan klasifikasi tersebut masih dalam tahap konsultasi.

Keputusan ini menyusul peringatan yang semasih belumnya disampaikan pada Juni 2026, ketika MSCI menegaskan Indonesia berpotensi merasakan reklasifikasi apabila persoalan aksesibilitas pasar tidak kunjung teratasi.

“Oleh lantaran itu, MSCI menganggap klasifikasi Indonesia sebagai Pasar Berkembang yang berkelanjutan tidak lagi tepat dan meluncurkan konsultasi mengenai proposal demi mengklasifikasikan ulang Indonesia sebagai Pasar Mandiri,” kata MSCI dikutip Reuters, Jumat (16/10/2026).

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *