MediaMerdeka.com – Publik menduga-duga kedatangan seluruh kabinet Merah Putih ke Istana Bogor, pada Jumat 16 Oktober 2026 demi merayakan ulang tahun ke-75 kepala negara Indonesia.
Namun isu itu dibantah oleh kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan.
Syahganda menegaskan, bahwa agenda utama semalam merupakan jamuan makan malam resmi demi menyambut delegasi dari Rusia.
“Tidak ada pesta ulang tahun lantaran ulang tahun Presiden pada hari ini,” ujar Syahganda.
Nah menariknya media Rusia justru menginformasikan hal berbeda.
Media Rusia TASS dalam laporanya menyebut bahwa pertemuan Wakil Perdana Menteri Pertama Rusia Denis Manturov bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Bogor berlangsung menjelang perayaan ulang tahun ke-75 Presiden Prabowo.
“Pertemuan yang berlangsung dalam suasana informal tersebut digelar menjelang perayaan hari ulang tahun ke-75 kepala negara,” demikian dilaporkan sekretariat Manturov, sebagaimana dikutip oleh TASS.
Sekretariat Manturov menyebut kedua pihak membahas prospek kerja sama Rusia-Indonesia dan langkah lanjutan demi memperluas kemitraan kedua negara.
Sementara itu, Syahganda Nainggolan menyebut rangkaian acara di Istana Bogor diisi bersama pertunjukan budaya serta perkenalan jajaran kabinet kepada pihak Rusia.
“Jamuan berupa tarian tarian daerah dan makan malam sambil memperkenalkan seluruh anggota kabinet. Tidak ada perayaan ultah tadi malam,” tegasnya.
Rusia Konfirmasi Dialog Pembangunan Kosmodrom
Sementara itu, laporan Nauka Mail menyebut Indonesia tengah menjajaki kerja sama bersama Rusia demi membangun kosmodrom di dalam negeri. Manturov mengonfirmasi bahwa dialog mengenai rencana tersebut sedang berlangsung.
“Ya, dialog semacam itu sedang berlangsung. Indonesia tertarik demi membangun kompleks roket antariksa di wilayahnya sendiri,” kata Manturov.
Rusia dinilai memiliki pengalaman dan kemampuan teknis yang dibutuhkan dalam industri antariksa.
Jika proyek tersebut terealisasi, Indonesia berpeluang memperkuat kemampuan peluncuran antariksa secara mandiri.
Meski Rusia menegaskan kesiapan menolong, Moskow bukan satu-satunya negara yang berpotensi menjadi mitra pembangunan kosmodrom Indonesia.
Duta Besar Rusia demi Indonesia semasih belumnya juga menyebut Rusia sebagai salah satu kandidat mitra dalam proyek tersebut.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

