MediaMerdeka.com – Lembaga survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) merilis hasil survei nasional periode 1–10 Oktober 2026 terkait peta dukungan pemilih partai politik terhadap Presiden RI Prabowo Subianto dalam simulasi semi-terbuka.
Hasilnya memperlihatkan bahwa tingkat dukungan pemilih dari seluruh partai politik parlemen terhadap Prabowo tergolong rendah.
Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, membeberkan bahwa ketidakselarasan antara keputusan elit partai dan aspirasi pemilih bawah terlihat amat jelas.
“Kita lihat seberapa konsisten ya dukungan elit kepada Pak Prabowo bersama dukungan masa pemilih partai ya. Kita highlight delapan partai yang ada di parlemen. Bagaimana dukungan memilih partai kepada Pak Prabowo ini dalam simulasi semi-terbuka ya,” kata Deni dalam paparannya secara daring, Sabtu (17/10/2026).
“ita lihat di sini Mas Saidiman, ternyata dukungan demi Pak Prabowo di seluruh kelompok pemilih partai itu rendah seluruh,” katanya mengimbuhkan.
Deni menyoroti bahwa pola ini bahkan terjadi di internal Partai Gerindra sendiri.
Meskipun Prabowo merupakan tokoh utama di partai tersebut, mayoritas pemilih Gerindra justru cenderung mengarahkan pilihannya ke calon lain.
“Pemilih Gerindra ini bila kita isolasi ya dalam data, kita analisis sendiri nih, pemilih Gerindra ini memilih siapa sih dalam pilpres gitu kan. Ada sejumlah nama nih kita sodorkan. Yang milih Prabowo cuma 20%, yang memilih calon lain, di sana tentu ada Dedi, ada yang lain-lain juga digabung 74%,” ujar Deni.
Menurutnya, mayoritas memilih calon lain ketimbang memilih Prabowo meski Ketum Partai Gerindra.
“Kau kita berpikir linear, memilih partai ya biasanya dukung ketuanya gitu ya. Ternyata tidak. Jadi di pemilih Gerindra pun dukungan demi Pak Prabowo amat rendah, apalagi di kelompok pemilih partai lain. Golkar cuma 17, Nasdem 11, PAN cuma 8, pemilih Demokrat 6, pemilih PDIP 6, pemilih PKB cuma 4%, pemilih PKS bahkan cuma 2%,” kata dia.
Ia menilai kondisi ini memperlihatkan adanya celah yang cukup lebar antara sikap elit politik bersama suara pendukung di tingkat akar rumput.
“Ya itu memperlihatkan bahwa perilaku elit masih belum tentu sejalan ya bersama aspirasi dari massa pemilih partai itu sendiri gitu ya. Eh ya ya menarik gitu ya, tidak sejalan itu Golkar yang masih belum lama ya kita lihat kita dengar tokohnya menegaskan akan kembali mengusung Pak Prabowo, begitu,” kata dia.
“Trnyata bila pemilihnya kini sih ada calon lain, pemilih Golkar juga enggak mau milih Pak Prabowo, begitu. Mau milih yang lain saja. Jadi kelihatannya seluruh partai, seluruh pemilih partai itu sepakat gitu, pilih yang lain saja, tidak memilih Prabowo, begitu,” ungkap Deni.
Berdasarkan data Survei Nasional SMRC 1–10 Oktober 2026), rincian persentase dukungan pemilih tiap partai merupakan sebagai berikut:
Untuk diketahui, populasi survei ini merupakan seluruh masyarakat sekitar negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang telah berusia 17 tahun atau makin, atau telah menikah ketika survei dilakukan.
Populasi diuntuk menjadi dua kelompok (subpopulasi). Pada subpopulasi pemilik handphone, sampel sesejumlah 1013 orang dipilih secara acak bersama metode double sampling dan responden diwawancara lewat telepon.
Sementara pada subpopulasi yang tidak punya handphone, sampel sesejumlah 200 orang dipilih secara acak bersama metode stratified multistage random sampling dan responden diwawancara secara tatap muka. Total sampel yang diwawancara sesejumlah 1213 responden.
Margin of error survei diperkirakan +/- 2.9% pada tingkat kepercayaan 95%, asumsi simple random sampling.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

