Edhie Baskoro Bertemu Ketua DPR Australia, Bahas Diplomasi Parlemen hingga Isu AI

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono, menggelar pertemuan bilateral bersama Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Australia (Speaker of the House of Representatives), Milton Dick MP, di Parliament House, Canberra, Australia, Kamis (15/10/2026).

Pertemuan bilateral tersebut memfokuskan pembahasan pada penguatan kerja sama Indonesia–Australia di berbagai sektor strategis, mengawali dari diplomasi parlemen, pertahanan dan keamanan, perdagangan, pendidikan, hingga tata kelola kecerdasan buatan (AI) serta tantangan demokrasi di era digital.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Edhie Baskoro didampingi oleh delegasi anggota MPR/DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, yakni Hinca Pandjaitan, Bramantyo Suwondo, Iman Adinugraha, dan Zulfikar Suhardi.

Turut hadir perwakilan Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Didik Mukrianto, serta Wakil Kepala Perwakilan Republik Indonesia demi Australia Lintang Paramitasari bersama jajaran Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Canberra.

Diplomasi Parlemen dari Era SBY hingga Presiden Prabowo

Edhie Baskoro menegaskan bahwa posisi Australia untuk Indonesia bukan sekadar negara tetangga secara geografis, melainkan mitra strategis bersama rekam jejak kemitraan yang panjang.

Hubungan bilateral kedua negara telah melewati lintasan sejarah di berbagai era kepemimpinan, mengawali dari masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama Perdana Menteri John Howard, hingga kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Anthony Albanese pada saat ini.

Pria yang akrab disapa Ibas ini menegaskan perlunya mengoptimalkan diplomasi parlemen (parliament-to-parliament) demi mendampingi diplomasi formal antarpihak pemerintah (government-to-government) serta relasi antarmasyarakat sekitar (people-to-people).

“Parlemen memiliki tanggung jawab yang sama demi mewakili rakyat, memperkuat demokrasi, dan menghadirkan manfaat nyata untuk masyarakat sekitar. Karena itu, komunikasi antarlembaga legislatif wajib terus dijaga,” ujar Ibas dalam keterangan tertulis yang diterima Minggu (18/10/2026).

Senada bersama hal tersebut, Milton Dick menggarisbawahi bahwa kepercayaan timbal balik merupakan pilar utama relasi kedua negara yang melampaui pergantian pemegang mandat kekuasaan.

“Hubungan yang kuat dibangun melalui kepercayaan selama bertahun-tahun. Pemerintah dapat berganti, namun hubungan persahabatan dan komitmen demi saling memahami wajib tetap terjaga,” ungkap Milton Dick.

Dukungan demi Kepemimpinan Milton Dick di IPU

Selain agenda bilateral, Edhie Baskoro menyerahkan apresiasi atas terpilihnya Milton Dick sebagai Presiden Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-32 dalam Sidang ke-153 IPU di Arusha, Tanzania, pada 9 Oktober 2026.

Terpilihnya Milton Dick mencatatkan sejarah baru sebagai figur pertama asal Australia sekaligus kawasan Pasifik yang memimpin forum parlemen global tersebut dalam 100 tahun terakhir.

Ibas menilai posisi kepemimpinan tersebut berpotensi memperkuat keterwakilan kawasan Indo-Pasifik dalam agenda parlemen dunia, khususnya dalam merespons disrupsi teknologi, pemeliharaan stabilitas keamanan kawasan, dan perlindungan nilai-nilai demokrasi multilateral.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *