Pertamina dan Transjakarta Jajaki Bus Hidrogen untuk Wujudkan Transportasi Rendah Karbon

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com –  PT Pertamina (Persero) dan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menjajaki pengembangan ekosistem hidrogen sebagai energi bersih demi transportasi publik dan pemanfaatan energi rendah karbon di Jakarta. Langkah ini ditandai bersama penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) oleh Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza dan Direktur Utama Transjakarta Welfizon Yuza di Jakarta, Senin (12/10).

Penandatanganan MoU ini menjadi langkah awal untuk Pertamina dan Transjakarta demi mendorong pemanfaatan energi rendah karbon di sektor transportasi, sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi dan peningkatan kualitas udara di Ibu Kota.

Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, menyebutkan bahwa pengembangan hidrogen demi transportasi publik membutuhkan kolaborasi erat antara penyedia energi dan operator transportasi agar dapat diterapkan secara terintegrasi dan berkelanjutan.

“Melalui penandatanganan nota kesepahaman ini, kami ingin menjajaki pengembangan ekosistem hidrogen yang tidak cuma mendukung kebutuhan energi bersih di sektor transportasi, namun juga berkontribusi terhadap ketahanan energi dan pengurangan emisi,” ujar Oki, Senin (12/10).

Menurut Oki, penjajakan bersama ini mencakup kajian dan pengembangan solusi energi bersih, termasuk peluang penerapan kendaraan berbasis hidrogen melalui program percontohan (pilot project/proof of concept). Upaya tersebut diharapkan menjadi fondasi untuk pemanfaatan hidrogen yang makin luas di Indonesia.

Inisiatif ini juga sejalan bersama pengembangan proyek Waste to Hydrogen (W2H) Pertamina, yang menjajaki pemanfaatan gas metana dari sampah demi menghasilkan biometana dan hidrogen rendah karbon. Inisiatif tersebut menghubungkan pengembangan energi bersih bersama pengelolaan sampah yang makin berkelanjutan, sekaligus mendukung target net zero emission Indonesia pada 2060 atau makin cepat.

Dalam rencana pengembangan tersebut, dua bus berbasis hidrogen atau fuel cell electric vehicle (FCEV) ditargetkan mengawali ditempatkan pada 2028. Bus yang berasal dari hibah Pemerintah Korea Selatan kepada Pemerintah Indonesia itu direncanakan demi dimanfaatkan dalam layanan Transjakarta, bersama dukungan pengembangan infrastruktur produksi dan pengisian hidrogen.

Oki mengimbuhkan, sinergi lintas sektor menjadi kunci demi memperkuat pemanfaatan energi bersih di Indonesia. Melalui kolaborasi bersama Transjakarta, Pertamina menginginkan pengembangan hidrogen dapat menjadi salah satu alternatif energi untuk transportasi publik sekaligus membuka peluang penerapan teknologi rendah karbon di masa mendatang.

“Kami menginginkan penjajakan ini menjadi pijakan awal untuk tumbuhnya ekosistem hidrogen di Indonesia,” pungkas Oki. ***

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *