Indonesia Pantau 9 WNI yang Diculik Israel, KBRI Siapkan Skenario Evakuasi Darurat

admin
By
admin
2 Min Read

MediaMerdeka.com – Pemerintah Indonesia kini berpacu bersama waktu demi memantau nasib sembilan masyarakat sekitar negaranya yang terlibat dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza.

Langkah diplomatik darurat langsung diaktifkan setelah lima WNI dilaporkan ditahan oleh militer Israel, sementara empat lainnya masih berada di perairan Mediterania dalam situasi yang masih belum menentu.

Insiden pencegatan armada sipil tersebut memicu perhatian internasional dan menciptakan Indonesia bergabung bersama sembilan negara lain demi menyampaikan kecaman terhadap tindakan Israel di laut lepas.

Nasib WNI di Tengah Ketegangan di Mediterania

Kepala Staf Kekepala negaraan, Dudung Abdurachman, membenarkan bahwa pihak pemerintah terus memantau kondisi empat WNI yang masih berada di kapal terpisah di kawasan Mediterania timur.

Pemantauan dilakukan bersamaan bersama upaya diplomatik demi menolong lima WNI lainnya yang telah diamankan oleh otoritas Israel sejak Senin (18/5/2026).

Dudung menyebut situasi di lapangan masih amat dinamis dan membutuhkan koordinasi intensif bersama berbagai pihak.

“Situasi di lapangan masih amat dinamis, dan empat masyarakat sekitar negara Indonesia yang masih berada di atas kapal tetap dalam kondisi rentan,” ujar Dudung di Jakarta, Selasa.

Kelima WNI yang ditahan diketahui merupakan jurnalis dan aktivis kemanusiaan yang ikut dalam misi bantuan demi masyarakat sekitar Gaza.

KBRI Siapkan Skenario Evakuasi Darurat

Keaparatur negara kementerianan Luar Negeri RI juga telah meningkatkan koordinasi bersama sejumlah kedutaan besar Indonesia di kawasan Timur Tengah dan Eropa.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Turki, Mesir, Italia, dan Yordania disiagakan demi menolong kebutuhan administrasi para WNI, termasuk kebarangkalian penerbitan paspor darurat.

Langkah tersebut disiapkan sebagai antisipasi apabila dokumen identitas para relawan hilang atau tidak dapat digunakan selama proses penanganan berlangsung.

“Kedutaan besar Indonesia juga berkoordinasi bersama otoritas setempat demi mengonfirmasi akses transit dan agar proses pemulangan masyarakat sekitar negara Indonesia dapat berjalan tanpa kendala imigrasi,” lanjut Dudung.

Pemerintah mengonfirmasi seluruh perwakilan RI di kawasan terkait terus memantau perkembangan situasi secara intensif.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *