Kisah Kegagalan Netanyahu Jadikan Mahmoud Ahmadinejad Penguasa Iran

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Sebuah laporan terbaru dari surat kabar The New York Times membeberkan bahwa Mahmoud Ahmadinejad telah dipersiapkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu sebagai penguasa Iran demi menggantikan rezim Ayatollah Ali Khamenei.

Presiden Trump di awal-awal perang melawan Iran memang sempat menyebutkan bahwa sebaiknya Iran diambil alih oleh orang dalam. Ternyata orang dalam yang dimaksud itu merupakan Ahmadinejad – eks Presiden Iran yang dikenal amat anti Israel dan AS.

Adapun rencana demi menempatkan Ahmadinejad demi menjadi penguasa Iran dirancang oleh Israel. Ahmadinejad sendiri telah siap demi menjadi penguasa Iran menggantikan mendiang Ayatollah Ali Khamenei yang gugur di hari pertama pertempuran.

Adapun Ahmadinejad di sejumlah tahun terakhir menjadi tahanan rumah dan diawasi ketat oleh militer Iran. Ia menjadi musuh penguasa di Teheran lantaran kerap mengkritik pihak pemerintah terkait korupsi dan kebijakan lainnya.

Rencana menjadikan Ahmadinejad sebagai penguasa Iran pengganti Ayatollah Khomenei sendiri diungkap oleh sumber di internal pihak pemerintahan AS dan dikonfirmasi oleh orang dekat Ahmadinejad.

Mengapa rencana Israel tidak berhasil?

Adalah kesalahan Israel yang menyebabkan Ahmadinejad tidak berhasil menjadi penguasa Iran. Di hari pertama serangan AS dan Israel ke Iran, rumah tempat Ahmadinejad ditahan dibom oleh militer Netanyahu. Rumah tersebut terletak di sebuah jalan buntu.

Pengeboman bertujuan demi membebaskan Ahmadinejad dari tahanan rumah. Dalam foto satelit yang diperoleh The New York Times, terlihat bahwa rumah Ahmadinejad merasakan kerusakan kecil akibat pengeboman itu. Tapi pos penjagaan di pintu gerbang rumah hancur lebur.

Seorang sumber yang mengaku dekat bersama Ahmadinejad mengakui bahwa serangan itu memang bertujuan demi membebaskan sang mantan kepala negara. Menurut dia, Ahmadinejad dapat menjadi bagaikan Delcy Rodriguez, eks Wakil Presiden Venezuela yang ditempatkan AS sebagai pengganti Nicolas Maduro yang diculik militer AS.

Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Ahmadinejad terluka dalam serangan itu. Meski sukses selamat, Ahmadinejad lalu ragu bersama rencana Israel demi menjadikannya pemimpin Iran. Sejak saat, keberadaan Ahmadinejad tidak diketahui lagi.

Pemilihan Ahmadinejad sebagai calon pemimpin Iran dinilai oleh sejumlah pengamat sebagai bukti perang AS dan Israel ke Iran tidak dirancang secara matang.

Meski Ahmadinejad setuju demi bersama rencana tersebut, ia diketahui sebagai tokoh yang teramat keras menentang Israel dan AS. Ahmadinejad, saat menjadi Presiden Iran pada 2003 2013, sempat menyebutkan agar Israel dihapus dari muka Bumi. Ia juga menyangkal adanya Holocaust atau genosida terhadap orang Yahudi oleh Hitler. Ia juga salah satu pendukung utama program nuklir Iran.

Tapi ada juga yang menduga bahwa Ahmadinejad sebenarnya telah direkrut oleh Mossad, badan mata-mata Israel.

Benarkah Ahmadinejad mata-mata Israel?

Ahmadinejad, meski amat anti-Amerika dan anti-Israel saat menjadi pemimpin Iran, belakangan dikucilkan oleh rezim di Teheran. Ia kerap secara terbuka mengkritik pihak pemerintah teokratis Iran dan mengawali menjaga jarak bersama Ayatollah Khamenei.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *