MediaMerdeka.com – Lahirnya PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) pada 20 Mei 2026 langsung menjadi sorotan utama di bursa maupun ring satu pihak pemerintahan.
Bukan sekadar anak korporasi biasa, DSI dibentuk sebagai “kepanjangan tangan” super-power dari pihak pemerintah demi mengambil alih kendali ekspor komoditas teramat strategis di Indonesia.
Berikut merupakan deretan fakta menarik di balik profil sang trader tunggal baru ini:
1. Mengguncang Bursa Saham Semasih belum Resmi Diumumkan
Kekuatan DSI telah terasa bahkan semasih belum entitas ini resmi diluncurkan. Hanya dari rumor pembentukannya saja yang beredar di kalangan tersangka pasar, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung anjlok 3,46% ke level 6.370,68 pada Selasa (19/5/2026).
Investor menjalankan aksi jual massal lantaran menyadari besarnya intervensi yang akan dilakukan badan ini terhadap pasar komoditas.
2. Misi Utama: Menyumbat Kebocoran “Gila”
Selama 34 Tahun DSI lahir bukan tanpa alasan. Presiden Prabowo Subianto membeberkan bahwa badan ini merupakan senjata utama pihak pemerintah demi menghentikan praktik nakal eksportir (bagaikan under-invoicing dan manipulasi harga) yang telah berlangsung selama 34 tahun.
Berdasarkan data PBB, praktik culas ini telah menciptakan Indonesia kehilangan potensi penerimaan negara hingga USD908 miliar, atau setara bersama Rp15.400 triliun!
3. Dinakhodai oleh Para Veteran Korporasi Raksasa
Untuk menjalankan misi raksasa, DSI tidak dipimpin oleh nama sembarangan. Dokumen Kemenkumham mencatat posisi Direktur DSI diduduki oleh Luke Thomas Mahony, seorang profesional kawakan yang semasih belumnya menjabat sebagai Direktur di korporasi tambang nikel raksasa, PT Vale Indonesia Tbk. (INCO).
Di kursi Komisaris, ada Harold Jonathan Dharma TJ, mantan Direktur PT Mandiri Sekuritas.
4. Status Kepemilikan Unik: Swasta Rasa BUMN
Secara administratif (berdasarkan dokumen AHU Kemenkumham per 19 Mei 2026), DSI terdaftar sebagai perseroan swasta nasional. Sahamnya dikuasai oleh PT Danantara Investment Management (99 lembar) dan PT Danantara Mitra Sinergi (1 lembar). Namun, manajemen Danantara menegaskan DSI berstatus resmi sebagai BUMN lantaran ada 1% saham krusial yang dimiliki langsung oleh BP BUMN.
5. Evolusi Cepat: Dari “Pengawas” Menjadi “Penguasa Mutlak”
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

