BTN Akuisisi Portofolio Kredit SMBCI Rp20 Triliun untuk Perkuat Transformasi Beyond Mortgage

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) telah menandatangani dua perjanjian pengalihan atas kredit pensiunan, kredit pra pensiunan, dan kredit pegawai aktif pegawai BUMN atau lembaga pihak pemerintahan milik PT Bank SMBC Indonesia Tbk (SMBCI). Transaksi tersebut dilakukan sebagai untukan dari langkah strategis perseroan memperluas basis bisnis ritel nasional sejalan bersama transformasi menjadi bank beyond mortgage.

Penandatanganan dilakukan pada 22 Mei 2026 melalui skema Conditional Portfolio Transfer Agreement (CPTA) dan Conditional Loan Asset Transfer Agreement (CLATA) yang masing-masing disampaikan melalui keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Senin (25/5).

Corporate Secretary BTN Ramon Armando menyebutkan langkah tersebut merupakan untukan dari strategi perseroan demi memperkuat pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan bersama tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tata kelola korporasi yang baik.

“Transaksi ini merupakan untukan dari transformasi BTN menjadi bank beyond mortgage, di mana perseroan tidak cuma fokus pada pembiayaan perumahan, namun juga memperluas ekosistem layanan keuangan melalui penguatan segmen payroll loan, pensiunan, dan transactional banking,” ujar Ramon dalam keterangan tertulisnya, Senin (25/5).

Adapun, dalam transaksi CPTA, BTN akan mengakuisisi portofolio pinjaman pensiunan dan pra-pensiunan bersama manfaat pensiun yang dikelola TASPEN bersama estimasi nilai sebesar Rp12,58 triliun. Sementara melalui transaksi CLATA, BTN akan mengakuisisi aset pinjaman terkait pensiunan ASABRI, dana pensiun lainnya, serta pinjaman pegawai aktif baik BUMN maupun lembaga pihak pemerintahan bersama estimasi nilai sebesar Rp7,34 triliun.

Menurut Ramon, segmen pensiunan dan payroll loan memiliki karakteristik pembayaran yang relatif stabil berakibat dapat menjadi sumber pertumbuhan berkelanjutan untuk perseroan. Selain memperkuat portofolio kredit, transaksi tersebut juga membuka peluang peningkatan dana murah, transaksi nasabah, serta optimalisasi ekosistem layanan BTN di berbagai wilayah Indonesia.

BTN memproyeksikan transaksi tersebut akan menyerahkan dampak positif terhadap pertumbuhan bisnis perseroan ke depan melalui peningkatan total aset dan portofolio kredit.

“Langkah ini juga sejalan bersama strategi BTN membangun ekosistem keuangan yang makin luas dan inklusif, sekaligus memperkuat posisi perseroan sebagai bank di segmen konsumer bersama layanan yang semakin lengkap untuk masyarakat sekitar,” kata Ramon.

Ramon melanjutkan, BTN mengonfirmasi seluruh proses transaksi dilakukan sesuai ketentuan regulator dan tetap tunduk pada prinsip prudent banking. Perseroan juga menegaskan bahwa transaksi tersebut bukan merupakan transaksi afiliasi dan tidak mengandung benturan kepentingan sebagaimana diatur dalam POJK terkait transaksi afiliasi dan benturan kepentingan.

Selain itu, penyelesaian transaksi akan dilakukan setelah seluruh syarat pendahuluan yang diatur dalam perjanjian dipenuhi oleh masing-masing pihak. BTN juga menegaskan bahwa transaksi CPTA dan CLATA merupakan transaksi yang berdiri sendiri dan dapat diberakhirkan pada waktu yang berbeda.

“Melalui langkah strategis tersebut, BTN optimistis dapat terus memperkuat pertumbuhan bisnis sekaligus memperluas akses layanan keuangan untuk masyarakat sekitar Indonesia,” tutup Ramon. ***

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *