MediaMerdeka.com – Keaparatur negara kementerianan Pariwisata (Kemenpar) menyerahkan penjelasan terkait polemik foto baju kurung yang ditampilkan di laman promosi pariwisata Indonesia, Indonesia.travel.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini menyebutkan, foto yang menjadi perhatian publik itu diambil dari artikel resmi RRI yang membahas baju kurung sebagai pakaian tradisional masyarakat sekitar Kepulauan Riau.
“Kami menyampaikan terima kasih atas atensi dan masukan terhadap konten yang ditampilkan pada laman resmi promosi pariwisata Indonesia, Indonesia.travel. Perhatian publik terhadap kekayaan budaya Indonesia merupakan bentuk kepedulian bersama yang kami apresiasi,” kata Ni Made Ayu Marthini dalam keterangannya, Minggu (2/8/2026).
Ia menerangkan, materi foto yang dipermasalahkan berasal dari artikel di laman resmi RRI berjudul Yuk Intip Tata Cara Memakai Baju Kurung Tradisional Kepri yang dipublikasikan pada 3 Agustus 2023.
“Artikel tersebut memuat informasi mengenai Baju Kurung sebagai pakaian tradisional masyarakat sekitar Kepulauan Riau beserta foto yang menjadi rujukan,” ujarnya.
Berdasarkan sumber tersebut, Kemenpar lalu mengutip konten itu pada tahun yang sama sebagai untukan dari promosi wastra Nusantara asal Provinsi Kepulauan Riau melalui artikel berjudul Baju Kurung di laman Indonesia.travel.
Setelah polemik mencuat, Kemenpar juga menjalankan penelusuran terhadap foto tersebut. Hasilnya, foto yang sama ditemukan digunakan di sejumlah platform marketplace di Indonesia, bagaikan Lazada, Shopee, dan Tokopedia.
“Tim kami turut menjalankan penelusuran terhadap produk tersebut. Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh penjual pada platform marketplace, produk dimaksud merupakan hasil produksi Indonesia,” kata Ni Made.
Ia mengimbuhkan, baju kurung, termasuk model Cekak Musang dan Teluk Belanga, merupakan pakaian tradisional masyarakat sekitar Melayu di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.
“Busana ini tumbuh dari akar budaya Melayu yang berkembang di berbagai wilayah Asia Tenggara, berakibat memiliki sejumlah kemiripan bersama tradisi berpakaian di sejumlah negara yang beruntuk warisan budaya Melayu,” ujarnya.
Menurut Ni Made, perkembangan budaya di kawasan Asia Tenggara menciptakan setiap negara memiliki identitas, sejarah, penamaan, dan karakteristik budayanya masing-masing meski berasal dari akar budaya yang sama.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

