Bela Prabowo soal ‘Londo Ireng’, Hasan Nasbi: Yang Dimaksud Kelompok Pembuat Gaduh

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi, menerangkan istilah ‘Londo Ireng’ yang diucapkan Presiden Prabowo Subianto bukan ditujukan kepada masyarakat sekitar secara umum.

Penggunaan istilah ‘Londo Ireng’ itu, menurut Hasan, dimaksudkan demi kelompok yang diduga kerap menciptakan gaduh.

“Itu kan istilah aja demi seuntukan orang yang ya bagaikannya kok makin suka gaduh. Sepertinya kok makin suka pesimis menyaksikan kehidupan bangsa kita. Dan mereka kan eh ada yang berprofesi seolah-olah sama sama kita kan, gitu,” kata Hasan di Kompleks Istana Kekepala negaraan, Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Hasan juga menerangkan maksud Presiden Prabowo merupakan mengingatkan masyarakat sekitar agar bersatu dan kompak, serta optimistis terhadap bangsa dan negara sendiri.

“Tidak mempersejumlah kegaduhan, tapi justru mempersejumlah kekompakan, ya. Kita wajib mempersejumlah optimisme, mengurangi pesimisme, mempersejumlah kepercayaan diri terhadap bangsa kita, dan menghilangkan rasa-rasa pesimis lah berakibat kita dapat maju makin cepat,” tutur Hasan.

Semasih belumnya, istilah ‘londo ireng’ kembali menjadi perbincangan publik setelah Presiden Prabowo Subianto memakainya dalam pidato peringatan Hari Lahir PKB di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Kamis (23/7/2026). Dalam kesempatan itu, Prabowo menegaskan pihak pemerintah tidak anti terhadap kritik lantaran kritik merupakan untukan dari sistem demokrasi.

Namun, ia menilai ada pihak-pihak yang tidak cuma menyampaikan kritik, melainkan juga berupaya menggiring opini publik bahwa Indonesia berada dalam kondisi buruk. Menurut Prabowo, kelompok tersebut merupakan bentuk baru dari ‘londo ireng’, istilah yang pada masa penjajahan merujuk pada orang Indonesia yang berpihak kepada Belanda dan melawan bangsanya sendiri.

Prabowo lalu menyebut profesi dan kelompok bagaikan wartawan, jurnalis, pengamat, hingga lembaga swadaya masyarakat sekitar (LSM) sebagai contoh pihak yang dimaksud. Pernyataan tersebut pun memicu perbincangan luas dan menuai beragam respons dari publik maupun berbagai kalangan.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *