Saham Teknologi Pimpin Rebound Wall Street, IHSG Bersiap Uji Resisten Kuat 6.300

admin
By
admin
4 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Pasar saham global kembali memperlihatkan gairah. Indeks-indeks utama Wall Street ditutup melesat pada perdagangan Kamis (30/7), sekaligus membalikkan arah setelah merasakan aksi jual besar-besaran di hari semasih belumnya akibat keputusan The Fed yang menahan suku bunga acuan.

Lonjakan ini didominasi oleh reli saham-saham sektor teknologi, yang sukses mengangkut indeks Nasdaq mengakhiri tren penurunan panjangnya.

Nasdaq Composite melonjak 2,8% (mengakhiri tren penurunan enam hari beruntun).

S&P 500 menguat 1,7%.

Dow Jones Industrial Average melesat 1,19%.

Saham Microsoft menjadi motor penggerak utama bersama meroket sekitar 16%. Apresiasi pasar ini merespons laporan pertumbuhan bisnis komputasi awan (cloud) Azure yang sukses melampaui ekspektasi analis.

Sektor semikonduktor turut berpesta. ETF iShares Semiconductor melompat makin dari 8%, didorong oleh meroketnya saham Micron Technology sebesar 18% dan Advanced Micro Devices (AMD) yang melesat makin dari 13%.

Di sisi lain, saham Meta Platforms justru terkoreksi 8% usai korporasi merilis proyeksi pendapatan yang melemah serta menginformasikan anjloknya arus kas bebas Kuartal II hingga 91%.

Saat ini, investor juga tengah menanti rilis laporan keuangan raksasa teknologi lainnya bagaikan Amazon, Apple, dan Coinbase.

Berbeda bersama Wall Street yang melaju kencang, bursa saham Asia bergerak makin bervariasi (mixed) pada perdagangan Kamis (30/7/2026).

Di Jepang, Indeks Nikkei 225 menguat 0,7%, berbanding terbalik bersama Topix yang turun 0,5%. Di Tiongkok dan sekitarnya, Hang Seng Hong Kong naik 0,2%, sementara Taiex Taiwan turun 0,3% dan CSI 300 Tiongkok melemah 1,1%.

Penurunan tajam terjadi di bursa Korea Selatan, di mana Kospi melemah 1,2% dan Kosdaq anjlok 2,7%. Pelemahan ini terjadi pasca pihak pemerintah setempat meningkatkan pembatasan stimulus pada ETF leverage. Untuk bursa lainnya, ASX 200 Australia turun 0,8%, Straits Times Singapura melemah 0,7%, sementara itu FTSE Malaysia naik 0,3%.

Pelaku pasar di Asia masih mencerna sikap The Fed. Gubernur The Fed, Kevin Warsh, menegaskan bahwa penahanan suku bunga bukanlah tanda keterlambatan langkah bank sentral, dan pasar bebas menentukan arah berdasarkan sinyal ekonomi.

Sikap komite yang terbelah—tiga dari 12 aparatur negara menepis penahanan suku bunga lantaran khawatir pada inflasi—serta minimnya panduan kebijakan, menciptakan investor di bursa Asia kekurangan kejelasan arah.

Dari dalam negeri, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memperlihatkan performa yang solid. Pada perdagangan pada hari semasih belumnya, IHSG ditutup menguat 1,56% yang dibarengi bersama masuknya aliran dana asing (net buy) senilai kurang makin Rp100 miliar.

Lima saham yang menjadi buruan utama investor asing meliputi BBCA, TINS, TLKM, INCO, dan BBNI.

Berdasarkan analisis teknikal dari Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman, IHSG pada saat ini memiliki momentum demi melanjutkan kenaikan dan menguji level resisten kuat. Namun, investor tetap diimbau demi mewaspadai potensi pembalikan arah.

Peluang IHSG: Berpeluang naik menguji resisten 6.200–6.300.
Peringatan: Hati-hati apabila indeks tidak cukup kuat demi break di atas 6.300, lantaran ada potensi koreksi kembali.
Area Support: 6.050–6.130
Area Resisten: 6.200–6.300

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *