Saling Balas Serangan! Iran Targetkan Pangkalan Militer AS Setelah Washington Gempur Bandar Abbas

admin
By
admin
2 Min Read

MediaMerdeka.com – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyebutkan telah menargetkan pangkalan udara AS di Kuwait, sebagai balasan atas serangan udara yang dilancarkan Washington di dekat Bandara Bandar Abbas, Iran selatan.

Menurut kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, IRGC menyebutkan serangan balasan itu terjadi pada pukul 04.50 pagi waktu setempat (08.20 WIB), sejumlah jam setelah apa yang mereka sebut sebagai serangan AS di titik dekat bandara kota pelabuhan, memakai proyektil udara.

“Tanggapan ini merupakan peringatan serius agar musuh tahu bahwa agresi tidak akan dibiarkan begitu saja, dan apabila diulangi, respons kami akan makin tegas,” kata IRGC, Kamis (27/5/2026).

Sejauh ini, masih belum diperoleh tanggapan langsung dari pihak militer AS.

Semasih belumnya, seorang aparatur negara AS menyebutkan kepada Anadolu bahwa pasukan AS menembak jatuh empat drone Iran yang menimbulkan ancaman di dekat Selat Hormuz serta menyerang stasiun kendali darat Iran di Bandar Abbas yang sedang bersiap demi meluncurkan drone kelima.

“Tindakan-tindakan ini terukur, murni defensif, dan dimaksudkan demi mempertahankan gencatan senjata,” kata aparatur negara yang mengimbau namanya dirahasiakan.

Serangan terbaru ini terjadi setelah Komando Pusat AS (CENTCOM) awal pekan ini mengkonfirmasi serangkaian serangan semasih belumnya di Iran selatan yang menargetkan lokasi peluncuran rudal dan kapal-kapal Iran yang diduga berupaya memasang ranjau.

Iran mengutuk serangan tersebut sebagai “pelanggaran berat terhadap gencatan senjata.”

Presiden AS Donald Trump semasih belumnya mengaku “tidak puas” bersama perkembangan negosiasi demi mengakhiri perang Washington dan Teheran.

Ketegangan di Timur Tengah memuncak pada 28 Februari ketika AS dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap Iran, yang mendorong Teheran demi membalas bersama rentetan drone dan rudal yang menghantam target di seluruh kawasan serta menutup Selat Hormuz.

Gencatan senjata mengawali berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, namun pembicaraan di Islamabad tidak berhasil menghasilkan kesepakatan yang bersifat makin permanen.

Trump lalu memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu sambil tetap memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal yang berlayar menuju atau dari pelabuhan Iran melalui Selat Hormuz.

[ANTARA[

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *