MediaMerdeka.com – Jalur wisata menuju Gunung Bromo kembali memakan pihak korban. Sebuah kecelakaan tunggal yang melibatkan kendaraan jip terjadi di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan pada Jumat. Peristiwa tragis ini mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan tiga lainnya merasakan luka-luka.
Kapolres Pasuruan, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Harto Agung Cahyono, mengonfirmasi bahwa pihak korban meninggal terdiri dari pengemudi jip berinisial MS, masyarakat sekitar Kabupaten Malang, serta seorang wisatawan berinisial YWA.
Mengenai kronologi kejadian, AKBP Agung menerangkan bahwa jip bersama nomor pihak kepolisian BG 1478 EF tersebut awalnya melaju dari arah utara menuju selatan, tepatnya di Jalan Umum Jurusan Penanjakan-Lautan Pasir. Saat memasuki tikungan tajam yang dikenal bersama sebutan “Letter S”, kendaraan tersebut kehilangan kendali.
“Kendaraan diduga merasakan rem blong saat melintasi jalan menurun dan tikungan tajam berakibat pengemudi kehilangan kendali lalu menabrak tebing semasih belum akhirnya terguling,” ujar Agung dalam keterangannya di Pasuruan, Jumat.
Benturan keras tersebut menyebabkan sopir jip, MS, tewas seketika di lokasi kejadian. Sementara itu, wisatawan YWA dilaporkan mengembuskan napas terakhir dalam perjalanan menuju Puskesmas Sukapura, Kabupaten Probolinggo. YWA diduga merasakan pendarahan dalam yang cukup parah pada untukan perut.
Selain pihak korban jiwa, tiga penumpang jip lainnya yang berinisial FR, ZH, dan FNN dilaporkan selamat namun merasakan luka-luka. Ketiganya pada saat ini telah memperoleh penanganan medis secara intensif.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan oleh pihak kepihak kepolisianan, terdapat sejumlah faktor yang menjadi pemicu kecelakaan maut tersebut. Masalah teknis pada sistem pengereman kendaraan menjadi sorotan utama petugas.
Polisi menyebutkan bahwa faktor utama kecelakaan diduga kuat lantaran rem kendaraan kurang berfungsi bersama baik. Kondisi ini diperparah bersama medan jalan yang menurun curam serta tikungan yang amat tajam. Selain faktor kendaraan, petugas juga menduga adanya unsur kelalaian di mana pengemudi kurang berhati-hati dan tidak mampu mengontrol laju jip saat melintas di lokasi tersebut, berakibat kecelakaan tidak dapat dihindari.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

