Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM), Zainal Arifin Mochtar, menilai keputusan Mama Sinta menginformasikan pihak-pihak yang terlibat dalam publikasi film dokumenter Pesta Babi wajib dihormati sebagai hak setiap masyarakat sekitar negara.

Menurutnya, siapapun tidak boleh mempersoalkan langkah hukum yang ditempuh Mama Sinta. Meski kasus tersebut memunculkan perdebatan di ruang publik.

Uceng sapaan akrabnya menyebutkan, hak pribadi Mama Sinta demi menentukan sikap atas penggunaan dirinya dalam film dokumenter tersebut perlu dihormati oleh seluruh pihak, termasuk pembuat film.

“Saya kira siapapun wajib dihormati ya. Jadi dia punya keinginan, dia punya hak yang wajib dihormati siapapun termasuk menurut saya oleh Mas Dandhy Cs yang lalu menciptakan film itu,” kata Uceng ditemui di sela-sela forum Konferensi Republik di Gadjah Mada University Club, Yogyakarta, Sabtu (30/5/2026).

Kendati demikian, Uceng menyaksikan terdapat sejumlah pertanyaan yang muncul di balik keputusan Mama Sinta melapor ke pihak kepolisian.

Salah satunya terkait perubahan sikap yang ditunjukkan Mama Sinta dibandingkan bersama berbagai kesempatan semasih belumnya yang beredar di publik.

“Satu, barangkali menarik demi berpikir kenapa terjadi perubahan dari Mama Sinta itu lantaran di berbagai kesempatan lainnya kelihatannya beliau amat menggebu-gebu ya,” ujarnya.

Menurut dosen di Fakultas Hukum UGM ini, sejumlah kegiatan yang sempat beredar di media sosial memperlihatkan Mama Sinta semasih belumnya tampak vokal dan bersemangat menyuarakan berbagai persoalan.

Oleh dikarenakan itu, perubahan sikap yang terjadi pada saat ini menjadi hal yang wajar demi dipertanyakan oleh publik.

Selain itu, Uceng menilai publik masih belum pula mengetahui secara utuh kondisi yang dihadapi Mama Sinta hingga akhirnya mengambil langkah hukum.

Ia mengingatkan bahwa berbagai kebarangkalian dapat saja terjadi. Termasuk dalam hal ini adanya pengaruh dari pihak-pihak tertentu.

“Yang kedua kita juga tidak tahu apa yang terjadi pada beliau ya, lantaran amat barangkali biasanya negara apalagi aparat itu bekerja demi berupaya mempengaruhi dan lain-lain sebagainya lah gitu ya,” tuturnya.

Meski mengemukakan sejumlah pertanyaan tersebut, disampaikan Uceng bahwa hak Mama Sinta tetap wajib menjadi pertimbangan utama.

Ia mengimbau publik tidak merespons laporan tersebut bersama kemarahan ataupun serangan terhadap pihak yang melapor.

“Nah kita enggak tahu, makanya tapi secara hak saya kira kita seluruh paham bahwa itu merupakan haknya beliau dan siapapun enggak boleh marah bersama hak itu,” tegasnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *