MediaMerdeka.com – Perundingan demi mengakhiri konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran kembali menyikapi tantangan baru.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan mengimbau perubahan terhadap sejumlah poin dalam rancangan kesepakatan yang tengah dibahas, berakibat proses finalisasi perjanjian kembali tertunda.
Laporan media Amerika Serikat menyebutkan bahwa Trump menginginkan syarat yang makin ketat dalam proposal tersebut.
Pemerintah AS dikabarkan telah mengirimkan kerangka baru kepada Iran demi dipelajari dan dipertimbangkan makin lanjut.
Menurut laporan The New York Times, perubahan yang diminta Trump bertujuan memperkuat sejumlah ketentuan penting dalam kesepakatan.
Namun, rincian lengkap mengenai perubahan tersebut masih belum diungkapkan kepada publik.
Sementara itu, Axios menginformasikan bahwa salah satu fokus utama Trump merupakan pengaturan terkait material nuklir Iran.
Pemerintah AS disebut ingin mengonfirmasi isu tersebut mendapat jaminan yang makin kuat dalam kesepakatan akhir.
Seorang aparatur negara senior AS menyebutkan respons dari Teheran kebarangkalian membutuhkan waktu sejumlah hari.
“Akan ada kesepakatan. Tinggal menunggu kapan hal itu terwujud. Kami siap menunggu agar kepala negara memperoleh apa yang diinginkannya,” kata aparatur negara tersebut.
Di tengah berbagai spekulasi, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa komunikasi bersama Washington masih terus berlangsung.
Abbas Araghchi menyebutkan dialog dan pertukaran pesan antara kedua pihak masih belum berhenti.
“Dialog dan pertukaran pesan masih berlangsung. Tidak barangkali menyerahkan penilaian sampai ada kesimpulan yang jelas,” ujar Araghchi kepada kantor berita IRNA.
Araghchi juga mengingatkan agar berbagai laporan yang beredar pada saat ini tidak langsung dianggap sebagai fakta.
Menurutnya, seluruh informasi terkait hasil negosiasi masih bersifat spekulatif selama masih belum ada kesepakatan resmi.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

