AS Tiba-tiba Serang Iran, IRGC Balas Hantam Pangkalan Udara di Kuwait!

admin
By
admin
4 Min Read

MediaMerdeka.com – Situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali membara setelah militer Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan udara di dekat wilayah Bandar Abbas, Iran selatan.

Pemerintah Iran mengutuk keras aksi agresif tersebut dan menuduh Washington telah berulang kali mencederai kesepakatan gencatan senjata serta menebar ancaman keamanan untuk negara-negara di kawasan.

Juru Bicara Keaparatur negara kementerianan Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan bahwa operasi militer yang dilakukan pasukan AS pada Kamis dini hari tersebut merupakan bentuk pelanggaran nyata terhadap hukum internasional serta Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Baghaei mendesak Dewan Keamanan PBB demi dalam waktu dekat mengambil sikap tegas dan memenuhi tanggung jawab hukumnya bersama mengimbau pertanggungjawaban penuh dari Washington atas agresi yang mengancam kedaulatan nasional serta integritas teritorial Iran.

Pihak Teheran menuding AS secara konstan terus melanggar kesepakatan gencatan senjata yang sejatinya telah disepakati bersama dan berlaku sejak 8 April lalu.

Bentuk pelanggaran tersebut mencakup serangkaian intimidasi terhadap kapal-kapal dagang yang melintas di kawasan Teluk dan perairan internasional, hingga serangan udara teranyar di wilayah selatan Iran.

Merespons situasi ini, Baghaei mengonfirmasi bahwa Iran memiliki tekad bulat demi menempuh segala jalur yang diperlukan demi memproteksi wilayahnya, sesuai bersama hak bela diri yang dijamin dalam Pasal 51 Piagam PBB.

Selain mengkritik serangan fisik, Iran juga mengecam keras retorika bernada ancaman yang dilontarkan oleh para aparatur negara Washington terhadap Teheran dan sekutu regionalnya. Secara khusus, Iran menegaskan solidaritas penuh untuk Oman.

Baghaei menilai, ancaman “pemusnahan” terhadap Oman—yang selama ini dikenal memegang peran konstruktif dan bertanggung jawab sebagai mediator diplomatik perdamaian—merupakan bentuk normalisasi yang amat berbahaya atas tindakan intimidasi hukum dalam tata hubungan internasional.

Di pihak lain, dilansir dari Anadolu, seorang aparatur negara militer AS menyerahkan konfirmasi kepada media Anadolu bahwa pasukan Amerika telah melumpuhkan empat unit pesawat tanpa awak (drone) milik Iran di dekat Selat Hormuz.

Tak cuma itu, AS juga menggempur pos kontrol darat Iran di Bandar Abbas yang terindikasi tengah bersiap meluncurkan armada drone tambahan.

Perwakilan AS tersebut mengklaim bahwa langkah militer mereka terukur dan murni bersifat defensif guna mempertahankan pakta gencatan senjata yang ada.

Sebagai respons instan atas serangan AS, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) langsung mengambil tindakan retaliasi. IRGC menegaskan telah membombardir pangkalan udara militer AS yang berada di Kuwait.

Berdasarkan laporan dari kantor berita semi-pihak pemerintah Iran, Tasnim News Agency, IRGC menegaskan bahwa serangan balasan memakai proyektil udara itu diluncurkan cuma sejumlah jam pasca-fasilitas di dekat Bandara Bandar Abbas dihantam oleh bom militer Amerika.

Gesekan senjata terbaru ini terjadi di tengah kebuntuan upaya penyelesaian damai jangka panjang pasca-perang terbuka pada 28 Februari lalu.

Saat itu, serangan gabungan AS dan Israel ke Iran memicu serangan balasan drone serta rudal masif di seantero kawasan, hingga berujung pada blokade Selat Hormuz.

Meskipun kesepakatan gencatan senjata sempat tercapai pada 8 April lewat mediasi pihak pemerintah Pakistan, proses negosiasi lanjutan di Islamabad masih menemui jalan buntu demi merumuskan perdamaian permanen.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *