MediaMerdeka.com – Pasukan Israel maju jauh ke Lebanon selatan dan diklaim merebut Benteng Beaufort dan daerah lain di utara Sungai Litani.
Melansir laman United Press International, Senin (1/6/2026), salah satu unit infanteri utama Pasukan Pertahanan Israel, berkibar di atas benteng di punggung bukit strategis sementara militan Hizbullah yang didukung Iran menghujani Israel utara bersama roket dan drone.
Ini merupakan pertama kalinya pasukan Israel maju sejauh itu ke utara Litani sejak Mei 2000, ketika mereka meninggalkan Beaufort 18 tahun setelah merebutnya selama Perang Lebanon Pertama pada tahun 1982.
“Hari ini, kami kembali ke Beaufort bersama cara yang berbeda. Kami kembali bersatu, bertekad, dan makin kuat dari semasih belumnya,” kata Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
“Kami telah menghancurkan penghalang rasa takut. Kami mengambil inisiatif, kami beroperasi di seluruh lini di Suriah, di Gaza, di Lebanon. Kami telah membangun zona keamanan di luar perbatasan kami demi melindungi komunitas kami,” tambahnya.
Netanyahu juga memperingatkan bahwa IDF akan memperluas serangan di Lebanon dan telah diinstruksikan demi memperdalam dan memperluas kendali di tempat-tempat yang berada di bawah kendali Hizbullah.
“Meskipun ada kesepakatan gencatan senjata yang sedang berlangsung antara Israel dan Lebanon,” jelas dia.
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noël Barrot menyebutkan negaranya telah mengimbau pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB mengenai operasi militer Israel di Lebanon.
“Tidak ada yang dapat membenarkan perpanjangan operasi militer (Israel) di Lebanon dan pendudukan wilayah Lebanon yang semakin dalam,” katanya kepada stasiun televisi Prancis BFMTV.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

