PDIP Sebut Persahabatan Prabowo dan Megawati Kokoh, Bukan Sekadar Pertemanan ‘Nasi Goreng’

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Said Abdullah menyerahkan catatan mendalam mengenai momen keakraban antara Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri pada peringatan Hari Lahir Pancasila, Minggu (1/6).

Ia menegaskan, bahwa kedekatan kedua tokoh bangsa tersebut memiliki fondasi yang jauh makin kuat dari apa yang kerap dipersepsikan publik.

“Persahabatan kedua beliau ini kokoh, bukan cuma sebatas pertemanan ‘nasi goreng’ yang kerapkali dilihat oleh publik. Pertemanan kedua beliau ini tulus, tak ada cela,” ujar Said Abdullah dalam keterangan resminya dikutip MediaMerdeka.com, Selasa (2/6/2026).

Istilah “nasi goreng” merujuk pada memori publik saat Prabowo berkunjung ke kediaman Megawati di Teuku Umar sejumlah tahun lalu, yang kala itu mencairkan ketegangan politik. Namun untuk Said, hubungan tersebut jauh melampaui simbol pertemuan makan malam.

Said memaparkan tiga aspek utama yang menciptakan hubungan ini tetap “awet”. Pertama, aspek historis di mana keduanya sempat berjuang bersama sebagai pasangan capres-cawapres pada Pilpres 2009.

Meski setelah itu mereka kerap berada di kubu yang berseberangan, termasuk saat PDIP mengusung Joko Widodo, silaturahmi tetap terjaga.

Kedua, aspek profesionalitas kenegaraan. Said menyoroti bagaimana Presiden Prabowo tetap mempercayakan posisi Ketua Dewan Pengarah BPIP dan BRIN kepada Megawati, meskipun PDIP pada saat ini berperan sebagai partai penyeimbang di luar pihak pemerintahan.

“Artinya, Presiden Prabowo memandang Ibu Mega memiliki kapasitas kenegarawanan. Urusan Pancasila ini melampaui segala-galanya, dan itulah yang dipedomani oleh kedua beliau. Kemesraan pada acara Hari Pancasila itu merupakan manifestasi dari hal ini,” lanjutnya.

Aspek ketiga merupakan pandangan politik kebangsaan yang disebut Said sebagai level political beyond.

Di mana perbedaan jalan politik tidak dianggap sebagai permusuhan. Said menyebut Prabowo amat menghargai masukan-masukan kritis dari kader PDIP di DPR.

Keteladanan dari “puncak pimpinan” ini, menurut Said, telah merembes hingga ke akar rumput parlemen. Ia membeberkan bahwa hubungan antara Fraksi PDIP dan Fraksi Gerindra di DPR pada saat ini amat cair dan saling menghargai.

“Kedua fraksi dapat cair saling berdiskusi, bertukar pandangan dalam membahas kebijakan dan program pihak pemerintah. Meskipun ada perbedaan pandangan, keduanya tetap memahami posisi masing-masing sebagai sahabat politik yang tetap dapat bersinergi demi bangsa dan negara,” pungkas Said.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *