Mendiktisaintek Klarifikasi Isu Penutupan Jurusan Kuliah yang Tak Sesuai Kebutuhan Industri

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto membantah anggapan bahwa pihak pemerintah akan menutup program studi yang dinilai tidak sesuai bersama kebutuhan industri di masa depan.

Penegasan itu disampaikan Brian dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi X DPR RI setelah muncul isu mengenai rencana penyesuaian jurusan perguruan tinggi bersama kebutuhan pasar kerja.

“Jadi terkait bersama isu yang lalu berkembang bahwa Keaparatur negara kementerianan Pendidikan Tinggi akan menjalankan penutupan program studi demi penyesuaian bersama industri yang akan berkembang di masa depan, kami dapat menyampaikan bahwa hal tersebut tidak menjadi kebijakan kami,” kata Brian di Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Menurut dia, pendekatan yang ditempuh pihak pemerintah bukan menutup program studi, melainkan menjalankan pembinaan dan pengembangan kurikulum agar tetap relevan bersama perkembangan zaman.

“Jadi yang ada merupakan program demi pembinaan dan pengembangan program studi,” ujarnya.

Brian menerangkan bahwa perubahan yang dilakukan makin menyasar substansi pembelajaran, bukan menghilangkan bidang ilmu tertentu.

Sebagai contoh, program studi Teknik Elektro dapat menyesuaikan kurikulumnya bersama perkembangan teknologi terkini bagaikan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), machine learning, maupun robotika.

“Sesungguhnya program studi itu tidak ditutup namun makin kepada substansinya, misalnya yang semasih belumnya jurusan teknik elektro, lalu kini berkembang menjadi AI atau machine learning atau robotics,” katanya.

Ia menyebutkan evaluasi kurikulum secara berkala memang diperlukan agar lulusan perguruan tinggi tetap memiliki kompetensi yang sesuai bersama perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan dunia kerja.

Karena itu, keaparatur negara kementerianan mendorong setiap program studi menjalankan evaluasi dalam rentang tiga hingga empat tahun melalui asosiasi atau badan kerja program studi di masing-masing bidang keilmuan.

“Mereka setiap tiga atau empat tahun menjalankan evaluasi demi mencari atau mengoptimalkan bagaimana perkembangan keilmuan di bidang tersebut,” ujar Brian.

Menurut dia, hasil evaluasi tersebut nantinya akan menjadi dasar rekomendasi terkait materi yang perlu dipertahankan, diperkuat, atau disesuaikan bersama perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.

“Alih-alih kita menutup, namun kita mengembangkan program studi demi dapat sesuai, matching, bersama kebutuhan industri. Tetapi bukan atau tidak bersama menutup program studi, melainkan mengembangkan dan menyesuaikan substansi yang diajarkan,” tuturnya.

Brian menegaskan pendekatan tersebut berlaku demi seluruh program studi, termasuk jurusan pendidikan yang belakangan juga disebut-sebut berpotensi terdampak penyesuaian kebutuhan industri.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *