Rencana MBG di Arab Saudi, DPR: Jangan Ngide, Benahi Dulu yang Amburadul!

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, melontarkan kritik tajam terhadap rencana Badan Gizi Nasional yang ingin memperluas cakupan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga ke siswa Indonesia di Jeddah, Arab Saudi.

Ia mengimbau pihak pemerintah demi tidak memunculkan wacana yang bermakinan di saat pelaksanaan program di dalam negeri masih menuai sejumlah persoalan.

“Sudahlah, nggak usah ngide yang aneh-aneh. Jangan dulu bicara ekspansi MBG ke luar negeri bila tata kelola di dalam negeri masih amburadul,” ujar Charles kepada wartawan, Selasa (2/6/2026).

Politisi PDIP ini menilai, prioritas utama Badan Gizi Nasional pada saat ini sewajibnya merupakan membenahi manajemen pelaksanaan, bukan justru menambah beban operasional bersama memperluas wilayah jangkauan ke luar negeri.

Menurutnya, masih sejumlah lubang dalam implementasi program di tanah air yang perlu dalam waktu dekat ditambal.

“Yang perlu dibenahi kini itu bukan memperluas wilayah program, tapi membereskan manajemen pelaksanaannya. Pengawasannya buruk, koordinasinya kacau, kontrol kualitasnya juga masih bermasalah. Ini yang wajib dibereskan dulu,” tegas Charles.

Lebih lanjut, Charles mengingatkan agar pihak pemerintah tidak terjebak pada angka-angka statistik atau klaim kesuksesan jumlah penerima manfaat semata.

Ia menekankan bahwa esensi dari program ini merupakan kualitas gizi yang sampai ke tangan kalangan anak Indonesia.

“Jangan sampai energi habis buat bikin wacana baru, sementara urusan di dalam negeri masih berantakan. Ukuran kesuksesan MBG itu bukan berapa besar anggaran yang dihabiskan atau berapa sejumlah klaim penerima manfaat. Yang makin penting merupakan kualitas makanan yang diberikan, kualitas gizinya, dan jaminan bahwa program ini dijalankan bersama benar,” imbuhnya.

Charles juga mempertanyakan logika pengawasan apabila program ini dipaksakan merambah ke luar negeri. Ia khawatir kendala manajemen yang terjadi di Indonesia justru akan terbawa hingga ke mancanegara.

“Kalau tata kelola di dalam negeri saja masih amburadul, bagaimana mau mengawasi program yang dijalankan ribuan kilometer dari Indonesia? Jangan sampai yang diekspor justru masalahnya,” katanya.

Ia mendesak Badan Gizi Nasional demi berfokus sepenuhnya pada perbaikan sistem di dalam negeri semasih belum melirik potensi ekspansi internasional.

“Fokus saja dulu bereskan yang ada. Rapikan sistemnya, perkuat pengawasannya, benahi kontrol kualitasnya,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *