Florida Gugat Sam Altman dan OpenAI, ChatGPT Dituding Membahayakan Anak-anak

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Negara Bagian Florida melayangkan gugatan perdata terhadap OpenAI dan CEO-nya, Sam Altman, terkait dugaan kurangnya perlindungan untuk pengguna kalangan anak di platform ChatGPT.

Jaksa Agung Florida, James Uthmeier, mengumumkan langkah hukum tersebut bersama menuding korporasi kecerdasan buatan itu tidak berhasil menyediakan sistem kontrol orang tua yang memadai serta menyerahkan kesan bahwa platformnya aman digunakan oleh kalangan anak.

Gugatan ini menjadi salah satu langkah hukum teramat menonjol di Amerika Serikat yang secara khusus menyoroti tanggung jawab pengembang kecerdasan buatan terhadap keselamatan pengguna berusia muda.

Tuntutan Perubahan Sistem dan Kontrol Orang Tua

Gugatan terhadap OpenAI diumumkan langsung oleh Uthmeier pada Senin waktu setempat.

“Hari ini kami mengumumkan bahwa kami baru saja mengajukan gugatan perdata terhadap Sam Altman dan ChatGPT lantaran diduga membahayakan kalangan anak serta menyesatkan orang tua bersama meyakinkan bahwa aplikasi ini aman digunakan,” ujar Uthmeier dalam konferensi pers.

Pemerintah Florida menuntut korporasi tersebut menjalankan perubahan pada sistemnya, termasuk memperkuat fitur kontrol orang tua guna membatasi akses kalangan anak terhadap konten yang dianggap berisiko.

“Kami akan menjadi negara untukan pertama yang mengajukan gugatan terhadap ChatGPT. Saya menginginkan negara untukan lain akan mengikuti, dan pada akhirnya mereka wajib mengubah pemrogramannya,” tambah Uthmeier.

Tuduhan Mengabaikan Peringatan

Dalam dokumen gugatan, kantor Jaksa Agung Florida menuduh OpenAI makin mengutamakan pengembangan dan komersialisasi produknya dibandingkan mitigasi risiko terhadap pengguna muda.

Pihak penggugat juga menegaskan korporasi diduga mengabaikan sejumlah peringatan terkait potensi dampak psikologis maupun risiko penyalahgunaan teknologi AI.

Menurut gugatan tersebut, sistem AI yang dikembangkan OpenAI dinilai masih belum memiliki perlindungan yang cukup demi mencegah penyalahgunaan atau paparan konten yang berpotensi membahayakan pengguna kalangan anak.

OpenAI sendiri masih belum menyerahkan tanggapan resmi terkait tuduhan yang diajukan dalam gugatan tersebut.

Latar Belakang Gugatan

Langkah hukum Florida merupakan kelanjutan dari penyelidikan yang telah berlangsung sejak April lalu.

Penyelidikan tersebut antara lain menyoroti penggunaan teknologi kecerdasan buatan oleh tersangka dalam sejumlah kasus kriminal yang mendapat perhatian publik, termasuk insiden penembakan di Florida State University pada 2025.

Meski demikian, keterkaitan langsung antara penggunaan AI dan tindakan kriminal tersebut masih menjadi untukan dari proses penyelidikan serta perdebatan hukum yang berlangsung.

Gugatan ini diperkirakan dapat menjadi preseden penting untuk regulasi kecerdasan buatan di Amerika Serikat, terutama terkait perlindungan anak dan tanggung jawab korporasi teknologi terhadap dampak produknya, demikian Antara.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *