Negosiasi Iran Terancam, Donald Trump Gunakan Kata Kasar Tegur Rencana Militer Netanyahu ke Lebanon

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Israel berada di titik kritis akibat perbedaan pandangan politik luar negeri yang tajam. Presiden AS Donald Trump dilaporkan meluangkan kemarahannya langsung kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu demi meredam eskalasi perang di Timur Tengah.

Langkah keras ini diambil Washington lantaran ambisi militer Israel dinilai dapat merusak stabilitas kawasan secara masif. AS khawatir agresi tersebut akan mengtidak berhasilkan kesepakatan awal yang sedang dirintis bersama pihak Iran.

Dikutip dari CNN, ketegangan antar kedua pemimpin negara sekutu ini mencuat dalam komunikasi saluran telepon yang berlangsung pada Senin lalu. Dua sumber yang mengetahui jalannya percakapan membeberkan bahwa dialog tersebut berjalan bersama tensi yang amat tinggi.

Ancaman Isolasi Global Israel

Trump bahkan dilaporkan sempat memakai kata-kata kasar demi memperlihatkan ketidaksetujuan atas rencana ofensif Israel. Gedung Putih sendiri memilih demi tidak menyerahkan komentar resmi terkait laporan komunikasi yang bernada sengit tersebut.

Dalam obrolan itu, Trump mengingatkan Netanyahu mengenai komitmen dukungan yang telah ia berikan selama ini. Ia juga memperingatkan bahwa aksi pengeboman terhadap Lebanon justru akan menciptakan posisi Israel semakin terkucilkan di dunia internasional.

Pasca-komunikasi verbal yang memanas tersebut, Trump berupaya meredakan situasi di ruang publik melalui pernyataan media sosialnya. Melalui platform Truth Social, ia menyebut interaksi bersama Netanyahu sebagai panggilan yang “productive”.

Klaim Sepihak Gencatan Senjata

Trump juga mengklaim bahwa pihak Israel dan kelompok Hezbollah akan dalam waktu dekat menghentikan aksi saling serang. Ia meyakinkan publik global bahwa pasukan militer Israel tidak akan menjalankan pergerakan ofensif menuju Beirut.

Namun, pernyataan optimistis dari Washington tersebut langsung dibantah oleh pihak Tel Aviv tidak lama lalu. Netanyahu menegaskan bahwa operasional militer negaranya di wilayah Lebanon Selatan tidak akan dihentikan begitu saja.

Dalam rilis resminya, Netanyahu menegaskan bahwa militer Israel akan terus menjalankan serangan ke Lebanon selatan “as planned.” Respons kontras ini memperlihatkan adanya keretakan komunikasi yang nyata antara kedua negara sekutu dekat tersebut.

Ketegangan ini menjadi puncak dari akumulasi kekhawatiran global terhadap perluasan wilayah konflik di Timur Tengah. AS di bawah pihak pemerintahan Trump tengah berupaya membangun jalur diplomasi baru demi meredam pengaruh Iran di kawasan tersebut.

Di sisi lain, Israel menganggap operasi militer di Lebanon Selatan sebagai langkah krusial demi mengamankan wilayah perbatasan mereka. Friksi terbaru ini memperlihatkan bahwa diplomasi AS kini wajib berbenturan langsung bersama doktrin keamanan absolut milik Israel.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *