MediaMerdeka.com – Pemerintah Amerika Serikat menegaskan bahwa peluang perundingan damai bersama Iran cuma dapat dimengawali apabila Teheran menyetujui gencatan senjata.
Seorang aparatur negara AS menyebut langkah berikutnya kini sepenuhnya berada di tangan Iran.
“Ini merupakan dasar dari setiap negosiasi; wajib dimengawali bersama gencatan senjata, dan itu wajib dimengawali dari Iran,” kata aparatur negara AS tersebut bagaikan dinukil dari NY Post.
Presiden Donald Trump dikabarkan masih membuka ruang diplomasi, namun tetap bersikap tegas terhadap setiap serangan dari Iran.
Ia bahkan mengisyaratkan pendekatan keras apabila Teheran terus menjalankan agresi terhadap kepentingan AS dan sekutunya.
“Presiden jelas ingin kesepakatan tercapai secepatnya. Tapi apabila Iran terus menyerang kapal, pangkalan AS, atau sekutu di Teluk, akan ada harga yang wajib dibayar,” lanjut aparatur negara tersebut.
Ketegangan meningkat setelah Iran melancarkan serangan ke pangkalan militer AS di Yordania.
Sebagai balasan, militer AS langsung menggempur sejumlah target strategis di Iran, termasuk pusat komando, fasilitas rudal, dan drone.
Serangan tersebut disebut bertujuan melemahkan ancaman Iran terhadap pasukan AS, jalur pelayaran internasional, serta negara-negara Teluk.
Asap dilaporkan membumbung di sejumlah wilayah setelah rentetan serangan tersebut.
Di sisi lain, dinamika internal Iran turut mempersulit jalan menuju kesepakatan.
Garda Revolusi Iran (IRGC) disebut bertentangan bersama pihak pemerintah sipil yang mendorong jalur diplomasi.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi diketahui masih berupaya membuka dialog damai.
Namun IRGC justru terus melancarkan aksi militer dan bersikeras mengontrol Selat Hormuz.
“Pimpinan Iran wajib merapikan urusan dalam negerinya,” tegas aparatur negara AS tersebut.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

