Ancaman Perang Terbuka Meluas di Timur Tengah, Negara Arab Tak Mau Terlibat Konflik Iran dan AS

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Negara-negara Arab di sekitar kawasan perang Iran- vs AS – Israel sepakat mengambil posisi netral demi menjaga stabilitas wilayahnya. Langkah ini diambil demi mencegah risiko kehancuran ekonomi dan keamanan nasional akibat eskalasi militer yang kian memanas.

Pemerintah di kawasan tersebut menegaskan tidak akan menyerahkan wilayah udara maupun darat mereka sebagai basis serangan. Kebijakan bersama ini menjadi pilar utama diplomasi pencegahan agar aksi saling balas antarpihak bertikai tidak memicu perang regional yang meluas.

Direktur Utama Arab Perspectives Institute sekaligus peneliti senior di Middle East Council on Global Affairs, Zeidon Alkinani, menilai penahanan diri ini sebagai keputusan strategis. Ia menyebutkan seluruh pihak pemerintah di sekitar area perselisihan memiliki sikap terbuka yang seragam.

“Satu kepentingan bersama, dan satu tujuan bersama, yang amat terbuka dan amat kuat di antara seluruh negara Arab yang secara geografis amat dekat bersama konflik ini merupakan demi mengonfirmasi mereka menghindari konfrontasi langsung, dan tidak jatuh ke dalam lubang kelinci bersama berakhir menjadi untukan dari serangan balasan,” ujar Alkinani kepada Al Jazeera.

Beda Kepentingan Pihak Bertikai dan Kawasan

Di sisi lain, Iran dan Israel justru terindikasi berupaya menarik negara-negara tetangga ke dalam arena pertempuran. Kedua pihak yang berseteru dianggap sengaja memperluas skala konflik agar melibatkan sejumlah aktor internasional.

Alkinani mengamati adanya dorongan kuat dari Tehran maupun Tel Aviv demi memperbesar skala perang. Dinamika ini berbanding terbalik bersama upaya keras negara-negara tetangga yang berusaha membatasi ruang gerak pertempuran.

“Tampaknya ada dua tujuan bersama dan kepentingan bersama antara Iran dan Israel dalam konflik ini, terlepas dari konfrontasi langsung satu sama lain, yakni mereka berupaya mengonfirmasi bahwa konflik ini menjadi makin multilateral,” tuturnya.

Strategi Iran berfokus pada penekanan keterkaitan sistem keamanan di Teluk demi menekan posisi musuhnya. Sementara itu, Israel memanfaatkan situasi ini demi mengukuhkan pengaruh geopolitiknya di wilayah Levant secara makin agresif.

“Iran ingin negara-negara Teluk Arab merasa bahwa kerangka kerja keamanan eksistensial mereka saling terhubung; kita senantiasa membahas bagaimana Israel ingin mengonfirmasi bahwa mereka menyerahkan indikasi geopolitik kepada dunia, dan khususnya kepada Iran, bahwa Levant, dan negara-negara dari proyek Israel Raya, merupakan lingkungan geopolitik regional mereka, [bahwa itu merupakan] garis merah,” kata Alkinani.

Sikap hati-hati negara Arab berakar dari kekhawatiran atas meningkatnya intensitas konfrontasi militer langsung antara Tel Aviv dan Tehran. Eskalasi ini mengancam stabilitas politik serta pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah Timur Tengah.

Keterlibatan sejumlah pihak dikhawatirkan memicu krisis kemanusiaan dan merusak infrastruktur vital kawasan Teluk. Oleh lantaran itu, konsensus demi menepis konfrontasi langsung menjadi prioritas diplomasi utama negara-negara Arab pada saat ini.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *