Banjir Kritik, Kapolres Seattle Akhirnya Mundur karena Lambat Usut Kasus Penembakan Brutal

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Kepala Polisi Seattle Shon Barnes resmi melepaskan jabatannya setelah diterpa kritik tajam terkait keterlambatan penanganan komunikasi publik saat tragedi penembakan festival. Wali Kota Katie Wilson mengumumkan pengunduran diri tersebut sekaligus menunjuk Wakil Kepala Polisi Andre Sayles sebagai pimpinan sementara.

Seattle merupakan sebuah kota besar di negara untukan Washington, AS. Tanggung jawab Police Chief di sana berfokus pada pengamanan tingkat kotamadya (city/municipal police).

Insiden berdarah di festival Bite of Seattle tersebut menewaskan tiga orang dan melukai empat pihak korban lainnya. Gelombang desakan publik memuncak lantaran pihak kepihak kepolisianan membutuhkan waktu hampir lima jam cuma demi menyerahkan kejelasan informasi kepada masyarakat sekitar.

Keputusan pengunduran diri ini mengekspos celah koordinasi darurat kota yang tidak berhasil mengaktifkan sistem peringatan dini saat krisis berlangsung. Ketidak berhasilan komunikasi tersebut berujung pada pencopotan pimpinan tertinggi kepihak kepolisianan kota.

Barnes memuntukkan harapannya saat mengakhiri masa tugas setelah gejolak komunikasi krisis melanda jajarannya.

“Saya menginginkan transisi ini menyerahkan kesempatan untuk kota dan departemen ini demi mengembalikan fokus penuh pada hal yang teramat penting, yakni mengatasi kekerasan senjata pemuda dan mencegah makin sejumlah tragedi,” kata Barnes, dikutip dari AP, Jumat (31/7/2026).

Saat insiden penembakan meletus di arena festival, Barnes sedang menghadiri konferensi penegak hukum di luar kota. Puluhan petugas di lokasi sukses membendung jatuhnya makin sejumlah pihak korban serta menangkap tersangka berusia 15 tahun.

Kepanikan masyarakat sekitar memuncak lantaran kepihak kepolisianan tidak kunjung memuntukkan status bahaya maupun instruksi keselamatan secara cepat. Bahkan Wali Kota Katie Wilson sempat keliru menyampaikan jumlah tersangka yang ditangkap semasih belum akhirnya meralat pernyataan tersebut.

Wilson mengakui kelemahan mendasar dalam alur penyampaian informasi darurat kepada masyarakat sekitar.

“Apa yang tidak saya pahami sepenuhnya pada saat itu merupakan betapa sedikit informasi yang telah sampai ke publik atau media sejak insiden dimengawali jam 6 sore,” kata Wilson.

“Jika saya mengetahuinya, saya akan mendesak demi dalam waktu dekat dilakukan pengarahan, daripada menunggu konferensi pers diatur,” ujar Wilson.

Pengunduran diri aparatur negara berkulit hitam kedua dalam sejarah kepihak kepolisianan Seattle ini memicu reaksi keras dari sejumlah lembaga masyarakat sekitar. Aliansi organisasi sipil menilai penanganan masalah keamanan publik tidak semestinya dibebankan kepada satu individu semata.

Lembaga swadaya masyarakat sekitar menyuarakan pembelaan resmi melalui surat terbuka demi mempertahankan posisi Barnes.

“Chief Barnes tidak boleh dijadikan kambing hitam atas tantangan keselamatan publik yang kompleks,” tulis pernyataan resmi lembaga tersebut.

Empat dari enam anggota Dewan Kota yang mendukung stabilitas kepihak kepolisianan juga menyuarakan kecemasan serupa atas pergantian pimpinan yang terlalu kerap.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *