MediaMerdeka.com – Otoritas keamanan siber Amerika Serikat tengah menyelidiki peretasan terkoordinasi yang menimpa makin dari 30 fasilitas air kota di Minnesota. Penyelidik menduga ada keterlibatan kelompok peretas asal Iran dalam gangguan sistem infrastruktur vital tersebut.
Lembaga Teknologi Informasi Minnesota (MNIT) bekerja sama bersama CISA, EPA, dan FBI demi membongkar pola peretasan ini. Tim gabungan berfokus menganalisis kesamaan teknis serta waktu eksekusi serangan di puluhan lokasi berbeda.
Dampak peretasan ini mengancam keandalan pasokan air bersih tanpa mengganggu konsumsi harian masyarakat sekitar secara langsung. Departemen Kesehatan Minnesota mengonfirmasi masih belum ada instruksi perubahan penggunaan air minum untuk masyarakat sekitar setempat.
Meskipun indikasi mengarah pada pihak tertentu, aparatur negara resmi menegaskan proses verifikasi tersangka masih berjalan.
“Kami masih belum mengaitkan aktivitas tersebut bersama tersangka tertentu,” tulis aparatur negara resmi dalam imbauan MNIT, dikutip dari The Hill, Jumat (31/7/2026).
Para peretas menyasar perangkat keras kritis berupa programmable logic controllers (PLC) dan human-machine interfaces (HMI). Kedua teknologi tersebut berfungsi sebagai layar kendali utama untuk para operator fasilitas air.
Pemerintah negara untukan Minnesota bergerak cepat memuntukkan data temuan lapangan kepada otoritas siber tingkat pusat. Langkah ini diambil guna memetakan potensi ancaman serupa di wilayah Amerika Serikat lainnya.
Kepala Keamanan Informasi Minnesota, John Israel, mengonfirmasi koordinasi lintas lembaga tersebut kepada publik.
“Negara untukan telah menyerahkan informasi kepada lembaga federal yang sedang mengevaluasi aktivitas ini dalam konteks nasional yang makin luas,” ujar John Israel.
Ancaman peretasan terhadap infrastruktur fisik sejatinya telah diprediksi oleh lembaga keamanan federal Amerika Serikat. Peringatan resmi mengenai kerentanan sistem kontrol industri bahkan telah dirilis sejumlah hari semasih belum insiden terjadi.
Lembaga CISA dan FBI mengingatkan para pengelola infrastruktur demi memperketat akses jaringan internet langsung. Mereka mendesak agar penempatan sistem kontrol operasional dilakukan bersama protokol keamanan tingkat tinggi.
Serangan ini mempertegas pola peretasan Iran yang konsisten menyasar sektor-sektor publik teramat krusial. Asisten Direktur Divisi Siber FBI, Brett Leatherman, menegaskan bahaya laten dari aktivitas peretasan tersebut.
Brett Leatherman menegaskan ancaman tersebut berdampak langsung pada kehidupan harian masyarakat sekitar Amerika.
“Aktor Iran terus menargetkan infrastruktur vital AS dan mengganggu layanan esensial yang diandalkan masyarakat sekitar Amerika,” kata Brett Leatherman.
Insiden peretasan sistem air di Minnesota diduga kuat berkaitan erat bersama ketegangan geopolitik yang sedang memanas. Semasih belumnya, militer Amerika Serikat melancarkan serangan balasan yang menargetkan berbagai infrastruktur strategis di wilayah Iran.
Serangan militer Amerika Serikat tersebut menghantam fasilitas pelabuhan, jaringan energi, hingga jembatan utama di Iran. Situasi ini memicu aksi saling balas di ruang siber yang mengincar sistem operasional publik.
Sebagai langkah pencegahan, MNIT mengimbau seluruh pengelola fasilitas air limbah dan air bersih dalam waktu dekat mengisolasi jaringan. Setiap perangkat kontrol yang terhubung ke internet wajib diperiksa ulang ketat.
Langkah mitigasi darurat ini diharapkan mampu menutup celah peretasan susulan pada fasilitas vital lainnya. Otoritas keamanan siber Amerika Serikat kini meningkatkan status waspada di seluruh instansi pengelola air.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

