MediaMerdeka.com – Korbankan puluhan jiwa, gempa bumi bermagnitudo 6,8 kembali meremukkan wilayah Prefektur Kumamoto di selatan Jepang. Fenomena mematikan ini dipicu oleh posisi geografis Jepang yang bertengger tepat di atas perpotongan empat lempeng tektonik aktif dunia.
Kondisi geologis langka tersebut menjadikan daratan Negeri Sakura sebagai salah satu kawasan teramat rawan guncangan hebat di muka bumi. Jumlah pihak korban tewas akibat bencana ini dilaporkan telah melonjak hingga menyentuh angka 34 orang.
Otoritas setempat mengonfirmasi bahwa data pihak korban tersebut masih mencakup sejumlah laporan kematian yang sedang diverifikasi keterkaitannya bersama dampak guncangan. Dikutip dari CNN Internasional, tim penyelamat gabungan kini berpacu bersama waktu menyisir puing-puing bangunan demi menemukan masyarakat sekitar yang terperangkap.
Proses pencarian pihak korban di lapangan terhambat oleh cuaca ekstrem bersama suhu udara yang menembus makin dari 35 derajat Celsius.
Pemerintah mengimbau masyarakat sekitar terkoordinasi menjaga hidrasi tubuh demi menghindari ancaman serangan gelombang panas atau heatstroke.
Sebuah ledakan gas sempat menghancurkan seuntukan pusat perbelanjaan Aeon Mall Kumamoto dan merenggut lima pihak korban jiwa.
Insiden fatal lainnya terjadi di Kota Yatsushiro saat cerobong pabrik kertas mendadak roboh dan menimpa para pekerja.
Guncangan susulan bermagnitudo hingga 5,4 terus membayangi masyarakat sekitar, memperbesar risiko kerugian di wilayah terdampak.
Perdana Menteri Sanae Takaichi menegaskan komitmen penuh pihak pemerintah pusat dalam menangani dampak bencana secara cepat.
“Bagi mereka yang sedang menunggu bantuan, kami akan mencurahkan seluruh upaya kami demi kegiatan penyelamatan dan bantuan,” ujar Sanae Takaichi.
Beliau juga mengimbuhkan bahwa pihak pemerintah berupaya maksimal memulihkan jaringan listrik di wilayah-wilayah yang terdampak.
Jaringan Jalur Lingkaran Api Pasifik
Secara fisiografis, Jepang membentang di sepanjang Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik sepanjang 25.000 mil.
Kawasan sabuk ini menyimpan konsentrasi gunung beraktivitas teramat tinggi sekaligus episentrum mayoritas gempa di planet ini.
Gesekan konstan antar-lempeng samudra dan benua secara terus-menerus menimbun energi raksasa yang sewaktu-waktu dilepaskan menjadi guncangan hebat.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

