MediaMerdeka.com – Komando Pusat AS (CENTCOM) menuduh Garda Revolusi Iran (IRGC) meluncurkan sejumlah rudal balistik ke arah pasukan AS di Timur Tengah.
“Seluruh rudal sukses dicegat. Pasukan tetap siaga tinggi,” demikian pernyataan resmi militer AS.
Seorang aparatur negara AS yang dikutip Axios menyebut target serangan merupakan pangkalan militer Amerika di Yordania.
Meski tidak menimbulkan pihak korban, insiden ini mempertegas eskalasi ketegangan di kawasan tersebut.
Situasi kian rumit setelah kelompok Houthi di Yaman mengklaim telah menembakkan rudal ke kapal tanker Arab Saudi di Laut Merah.
Aksi ini disebut sebagai respons atas dugaan blokade terhadap Yaman, yang dibantah oleh Riyadh.
Dalam pernyataan resmi, militer Iran menuduh AS terus menjalankan tindakan provokatif dan berupaya memberlakukan blokade laut ilegal.
Selama tiga hari terakhir, kapal-kapal Iran disebut mendapat ancaman langsung saat beroperasi di wilayah perairannya sendiri.
“Tindakan Amerika Serikat ini merupakan bentuk perluasan perang di kawasan,” demikian pernyataan tersebut dinukil dari Tasnim News
Iran juga menegaskan bahwa setiap ancaman tidak akan dibiarkan tanpa respons tegas.
Teheran menegaskan komitmennya demi mempertahankan kedaulatan dan hak maritim dari campur tangan asing.
Militer Iran diklaim siap menyikapi segala bentuk agresi demi menjaga stabilitas kawasan.
Ketegangan ini muncul meski semasih belumnya kedua negara sempat menandatangani nota kesepahaman demi meredakan konflik.
Dalam kesepakatan itu, Iran membuka jalur pelayaran bebas biaya selama 60 hari di selat strategis.
Namun, Iran menuduh AS melanggar kesepakatan bersama mengawal kapal melalui jalur yang dianggap ilegal.
Akibatnya, Teheran memutuskan menutup koridor tersebut hingga intervensi dihentikan.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

