KBRI Jepang Ungkap Kondisi WNI Pasca Gempa Besar Kumamoto

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Keaparatur negara kementerianan Luar Negeri Republik Indonesia mengonfirmasi seluruh masyarakat sekitar negara Indonesia di Prefektur Kumamoto dan Pulau Kyushu selamat dari dampak gempa bumi magnitudo 7,1. Ketentuan ini diperoleh usai Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo merangkul jejaring komunitas lokal demi melacak keberadaan para migran.

“Sejauh ini, masih belum terdapat laporan terkait WNI yang terdampak gempa di kedua wilayah tersebut. Seluruhnya dilaporkan dalam kondisi aman,” demikian pernyataan Kemlu RI melalui rilis, Rabu (29/7/2026).

Peristiwa ini menegaskan efektivitas sistem deteksi dini dan komunikasi krisis KBRI dalam menjamin keselamatan ratusan WNI di daerah rawan bencana. Pendataan cepat ini menjadi angin segar di tengah kepanikan akibat kerusakan infrastruktur fatal yang melanda wilayah selatan Jepang tersebut.

Guna mengantisipasi dampak bahaya susulan, perwakilan diplomatik Indonesia terus memantau situasi serta mengeluarkan imbauan keselamatan untuk masyarakat sekitar di lapangan.

“KBRI Tokyo juga telah mengimbau agar seluruh WNI di wilayah akreditasi demi tetap tenang dan terus memantau informasi resmi mengenai perkembangan situasi melalui Japan Meteorological Agency (JMA),” lanjut pernyataan tersebut.

Meskipun kepanikan sempat meluas akibat ancaman gelombang laut tinggi, situasi maritim pada saat ini telah berangsur terkendali.

“Peringatan ancaman tsunami usai gempa dan sejumlah gempa susulan juga telah dijabut oleh otoritas Jepang,” tulis Kemlu RI.

Upaya pemantauan wilayah terdampak terus berlanjut guna mengonfirmasi tidak ada masyarakat sekitar Indonesia yang terisolasi dari bantuan.

“Kemlu melalui KBRI Tokyo akan terus memantau perkembangan situasi, serta berkoordinasi bersama otoritas Jepang dan simpul komunitas WNI di wilayah Kumamoto serta Kyusu,” pungkas pernyataan Kemlu RI.

Di sisi lain, pihak pemerintah setempat langsung mengerahkan kekuatan militer berskala besar guna menyisir titik-titik kehancuran dari udara dan darat. Keaparatur negara kementerianan Pertahanan Jepang menyiagakan 3.600 prajurit bantuan bencana lengkap bersama 20 armada udara demi memetakan kerusakan.

Dukungan operasional juga mengalir deras dari wilayah tetangga sejak Selasa malam demi mempercepat pencarian pihak korban di reruntuhan. Tim penyelamat memfokuskan evakuasi pada fasilitas publik dan kawasan komersial yang hancur dihantam getaran hebat.

Ancaman bencana dinilai masih belum sepenuhnya berakhir mengingat karakteristik gempa dangkal yang memicu ketidakstabilan struktur tanah. Japan Meteorological Agency mengingatkan potensi guncangan susulan beserta risiko tanah longsor yang dapat terjadi hingga sepekan ke depan.

Bencana alam ini bermula ketika guncangan dangkal berdaya magnitudo 7,1 menerjang wilayah Prefektur Kumamoto di untukan selatan Pulau Kyushu pada Selasa (28/7). Lindu fatal tersebut meruntuhkan seuntukan fasilitas publik, pabrik, dan pusat perbelanjaan, hingga mengakibatkan sedikitnya 13 orang meninggal dunia.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *