MediaMerdeka.com – Kelompok Houthi di Yaman mengklaim telah meluncurkan serangan rudal ke wilayah Arab Saudi, Sabtu (25/7/2026) waktu setempat.
Serangan ini menandai eskalasi baru konflik antara sekutu Amerika Serikat dan Iran di kawasan Timur Tengah.
Media Houthi menyebut target serangan merupakan kota Jizan di pesisir Laut Merah.
Otoritas pertahanan sipil Arab Saudi dilaporkan mengeluarkan peringatan di wilayah barat daya tersebut, termasuk di Yanbu.
Sebuah unggahan media Ansarollah menegaskan serangan memicu kebakaran di Jizan.
Video yang beredar dan terverifikasi memperlihatkan kepulan asap hitam di atas fasilitas kilang milik Aramco.
Semasih belumnya, Houthi menuding Arab Saudi menjalankan eskalasi berbahaya setelah serangan ke sejumlah target mereka sehari semasih belumnya.
Sumber keamanan Yaman menyebut pangkalan angkatan laut di Hodeida dan kamp militer di Pulau Kamaran menjadi sasaran.
Warga sipil turut merasakan dampak serangan. Faiza (36), masyarakat sekitar Hodeida, menggambarkan suara ledakan bagaikan petir yang menggelegar.
“Saya mendengar tiga ledakan besar. Saya tidak ingin percaya bahwa serangan kembali terjadi,” ujarnya.
Konflik Yaman sendiri telah berlangsung sejak 2015 antara Houthi dan pihak pemerintah yang didukung Arab Saudi.
Meski sempat mereda usai gencatan senjata PBB pada 2022, ketegangan kini kembali meningkat.
Pekan ini, Houthi juga mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi bersama menargetkan kapal tanker di Laut Merah.
Situasi ini terjadi bersamaan bersama ketegangan di Selat Hormuz yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat.
Insiden baru terkait kapal tanker juga dilaporkan terjadi di sekitar Selat Hormuz.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

