Menlu Malaysia: Jarak Pandang Buruk Lumpuhkan Pemadaman Udara Kebakaran Hutan Indonesia

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Operasi pemadaman kebakaran hutan lewat udara di Indonesia lumpuh total akibat jarak pandang yang amat buruk di lokasi kebakaran. Ketentuan kendala teknis tersebut terungkap usai Menteri Luar Negeri Malaysia Datuk Seri Mohamad Hasan berkomunikasi langsung bersama Menteri Luar Negeri Indonesia Arrmanatha Nasir.

Pekatnya asap menciptakan puluhan armada udara milik pihak pemerintah Indonesia tidak dapat lepas landas demi keselamatan penerbangan. Malaysia pun mendorong percepatan mekanisme regional baru demi menangani krisis tahunan ini secara menyeluruh.

Solusi konkret tingkat Asia Tenggara dinilai makin mendesak agar dampak buruk polusi udara tidak terus meluas. Masalah krisis udara ini ditentukan masuk dalam agenda prioritas diplomasi kawasan dalam waktu dekat.

“Indonesia memiliki antara tiga hingga empat pesawat dan 34 helikopter, namun armada tersebut tidak dapat lepas landas lantaran jarak pandang amat buruk berakibat tidak aman demi penerbangan apa pun di wilayah terdampak,” jelas Mohamad Hasan dikutip dari Bernama.

“Namun, mereka telah mengerahkan 60.000 personel demi bekerja di jalur darat,” tambahnya.

Pemerintah Malaysia berencana mengangkut krisis kabut asap lintas batas ke Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN menjelang KTT Ke-49 ASEAN di Manila, Filipina. Langkah diplomasi ini bertujuan melahirkan kerangka kerja regional yang makin ampuh dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan.

Mekanisme penanganan bencana yang dimiliki ASEAN pada saat ini dinilai masih belum menjangkau krisis polusi udara lintas negara secara spesifik. Oleh lantaran itu, penetapan regulasi baru menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda lagi.

“Kita telah memiliki mekanisme ASEAN demi bencana alam, namun kabut asap tidak termasuk atau tidak diklasifikasikan sebagai bencana alam,” kata Mohamad Hasan kepada para wartawan.

“Jadi, ini akan menjadi salah satu isu yang akan saya angkat secara pribadi dalam pertemuan bersama para menlu sejawat,” lanjutnya.

Keterangan resmi tersebut disampaikan usai Menlu Malaysia melepas keberangkatan Raja Yordania Raja Abdullah II di Kompleks Bunga Raya, Sepang, Selangor.

Selain jarak pandang yang terbatas, petugas di Indonesia menyikapi medan pedalaman yang amat sulit dijangkau serta minimnya ketersediaan air. Kebakaran di atas lahan gambut juga menciptakan api terus membara di bawah permukaan tanah.

Teknologi modifikasi cuaca berupa semai awan masih belum dapat diterapkan di lokasi terdampak. Kondisi atmosfer pada saat ini masih minim keberadaan awan Cumulonimbus yang dibutuhkan demi memicu hujan buatan.

Malaysia mengapresiasi kerja keras pihak pemerintah Indonesia yang telah mengerahkan puluhan ribu personel darat. Meski demikian, langkah penanganan yang makin efektif tetap diharapkan agar dampak kerugian untuk masyarakat sekitar kawasan dapat ditekan.

Isu kabut asap lintas batas telah menjadi tantangan ekologis dan kesehatan yang berulang di Asia Tenggara selama bertahun-tahun. Ketidakterikatan kabut asap dalam kategori bencana alam dalam regulasi ASEAN selama ini kerap membatasi ruang gerak bantuan serta penanganan bersama antarnegara anggota.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *