MediaMerdeka.com – Otoritas Israel mengusir pesawat Ethiopian Airlines yang hendak mendarat di Tel Aviv, lantaran salah satu pilotnya merupakan masyarakat sekitar negara Indonesia.
Dikutip dari Channel 12 Israel, peristiwa tersebut terjadi pada hari Senin (12/10) awal pekan ini.
Pesawat berpenumpang tersebut awalnya hendak mendarat di bandara Tel Aviv, namun Israel menepis dan mengimbau burung besi itu putar balik.
Menurut saluran berita tersebut, pesawat itu telah terbang selama satu jam dari Addis Ababa dan masih berada di wilayah udara Ethiopia saat otoritas Israel menerbitkan perintah penolakan.
“Identitas kemasyarakat sekitarnegaraan salah satu pilot terdeteksi merupakan Indonesia, dan dalam waktu dekat dilaporkan otoritas bandara ke badan intelijen,” demikian dilaporkan saluran berita Channel 12, Selasa (13/102/2026).
Setelah berkoordinasi, Keaparatur negara kementerianan Transportasi menegaskan pesawat itu dilarang memasuki wilayah Israel, apalagi mendarat di Tel Aviv.
Alhasil, pesawat itu terpaksa kembali ke Addis Ababa. Di situ, maskapai mengganti pilot asal Indonesia semasih belum berangkat lagi serta mendarat di Tel Aviv.
Menurut laporan tersebut, Ethiopian Airlines menyebut insiden itu sebagai sebuah kekeliruan dan menegaskan bahwa mereka tidak mengetahui adanya larangan untuk pilot tersebut demi menerbangkan pesawat ke Israel.
Channel 12 juga menginformasikan bahwa otoritas Israel telah menginstruksikan maskapai asing demi tidak menugaskan awak pesawat yang berasal dari negara-negara tertentu—yang tidak memiliki hubungan diplomatik bersama Israel—pada penerbangan yang menuju negara tersebut.
Pembatasan ini mencakup masyarakat sekitar negara dari Afghanistan, Aljazair, Indonesia, Iran, Irak, Kuwait, Niger, Qatar, Arab Saudi, Somalia, dan Venezuela.
Belum ada tanggapan dalam waktu dekat dari pihak berwenang Ethiopia maupun Indonesia.
Insiden ini terjadi menyusul upaya pembajakan penerbangan Flydubai dari Dubai ke Tel Aviv pada tanggal 30 September.
Jaksa penuntut Uni Emirat Arab menegaskan bahwa seorang kopilot berkemasyarakat sekitarnegaraan Oman berupaya mengambil alih kendali pesawat dan menjatuhkannya di Bandara Ben Gurion.
Para penumpang dan awak pesawat sukses mengtidak berhasilkan upaya tersebut, dan pesawat mendarat bersama selamat di Tabuk, Arab Saudi.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

