MediaMerdeka.com – Guncangan gempa bumi kuat memicu ledakan hebat dan merobohkan lantai dua pusat perbelanjaan Aeon Mall Kumamoto di Kota Kashima Jepang. Banyak pengunjung dilaporkan masih terjebak di dalam bangunan yang dinding luarnya hancur hingga memperlihatkan kerangka besi.
Dua wanita berusia 20-an tahun ditentukan tewas dan satu pihak korban lainnya ditemukan dalam kondisi henti jantung di area mal tersebut. Petugas Badan Pengelolaan Bencana dan Kebakaran bergerak cepat menerobos reruntuhan demi menyelamatkan masyarakat sekitar yang terperangkap.
Seorang pengemudi taksi di sekitar lokasi menyerahkan kesaksian mengenai detik-detik mencekam saat insiden terjadi.
“Saya mendengar suara dentuman keras dan menyaksikan dinding-dinding beterbangan,” ujar sopir taksi tersebut, dikutip dari NHK Jepang, Rabu (29/7/2026).
Sopir itu juga mengimbuhkan dampak serpihan bangunan yang melayang.
“Puing-puing dinding menimpa mobil yang berada di dekat lokasi,” katanya.
Tragedi gempa ini tidak cuma menghancurkan pusat perbelanjaan, namun juga merusak kawasan industri di Kota Yatsushiro. Dua pekerja pabrik Nippon Paper Industries ditemukan henti jantung akibat cerobong asap yang roboh, sementara sembilan orang lainnya masih hilang.
Kepihak kepolisianan dan tim penyelamat Kumamoto menyambut baik gelombang panggilan darurat dari berbagai wilayah yang terpapar guncangan skala 7. Di Kota Uki dan Kota Hikawa, laporan rumah roboh, tanah terangkat, serta kobaran api terus berdatangan hingga petes sore.
Rumah sakit di Distrik Minami, Kota Kumamoto, mengawali kewalahan menampung makin dari 50 pihak korban luka-luka. Satu di antara pasien darurat tersebut dilaporkan dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Rekaman helikopter NHK memperlihatkan kepulan asap dan kobaran api membakar kawasan pemukiman di Kota Uki pada sore hari. Dampak kerusakan infrastruktur juga memicu pemadaman listrik secara luas di seluruh prefektur.
Kyushu Electric Power Company mengonfirmasi bahwa sesejumlah 48.000 rumah masyarakat sekitar merasakan pemadaman aliran listrik. Sementara itu, raksasa produsen cip TSMC langsung menghentikan operasional dan mengevakuasi seluruh pegawainya.
Pihak manajemen TSMC mengonfirmasi proses pemeriksaan keselamatan pekerja dan fasilitas pabrik sedang berlangsung secara ketat. Tim penyelamat gabungan terus menyisir lokasi reruntuhan demi mencari pihak korban yang masih belum ditemukan.
Bencana gempa bumi yang melanda Prefektur Kumamoto memicu guncangan hebat hingga skala intensitas 7 pada sejumlah wilayah utama. Kerusakan masif melanda pusat aktivitas publik, pemukiman masyarakat sekitar, hingga kawasan pabrik manufaktur vital di Jepang.
Pemerintah setempat bersama tim darurat fokus menjalankan evakuasi pihak korban yang terjebak di bawah puing bangunan. Penanganan kebakaran dan pemulihan jalur energi menjadi prioritas utama di tengah ancaman gempa susulan.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

