Di Tengah Evakuasi Korban Gempa Bumi Kumamoto, Jepang Diterjang Cuaca Panas Ekstrem

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Gelombang panas ekstrem hingga 38 derajat Celsius kini mengancam keselamatan ribuan masyarakat sekitar Jepang dan tim penyelamat di lokasi gempa bumi Kumamoto. Badan Meteorologi Jepang memperingatkan risiko serangan panas di pertengahan proses evakuasi darurat pada Rabu ini.

Pemerintah Jepang telah memobilisasi sekitar 3.600 personel militer guna mempercepat pencarian pihak korban yang tertimbun reruntuhan. Operasi penyelamatan wajib berpacu bersama bahaya dehidrasi serta kerusakan infrastruktur yang meluas di seluruh wilayah Kyushu.

Perdana Menteri Sanae Takaichi menegaskan fokus utama pihak pemerintah pada saat ini merupakan menyelamatkan nyawa masyarakat sekitar yang terperangkap.

“Masyarakat masih menunggu bantuan, dan setiap detik amat berharga,” ujar Takaichi pada Rabu pagi, dikutip dari NHK.

Petugas imbau para relawan dan petugas SAR mengambil waktu istirahat secara berkala demi menghindari kondisi fatal. Kota Hitoyoshi diperkirakan mencapai suhu 35 derajat, sementara Kota Kumamoto dan Amakusa menyentuh 34 derajat Celsius.

Otoritas cuaca telah menerbitkan peringatan heatstroke demi 19 dari 47 prefektur mengawali dari Kanto hingga Okinawa. Kondisi ini memperberat beban operasi pemulihan pascabencana di daerah-daerah terdampak.

Jumlah pihak korban tewas akibat gempa dangkal berkedalaman 10 kilometer tersebut kini telah mencapai sedikitnya 13 orang. Angka kematian tersebut masih mencakup kasus-kasus yang hubungan dikarenakan-akibatnya bersama gempa susulan sedang diselidiki.

Hancurnya pusat perbelanjaan Aeon Mall Kumamoto menjadi salah satu lokasi insiden teramat parah yang memakan pihak korban jiwa. Laporan media lokal menyebut puluhan pegawai sempat hilang kontak sesaat setelah struktur bangunan ambruk.

Selain pusat perbelanjaan, sembilan pekerja dilaporkan hilang akibat kerusakan parah di pabrik kertas Nippon, Kota Yatsushiro. Kerusakan fasilitas umum juga mencakup jembatan jalan raya utama yang retak dan tidak dapat dilalui.

Layanan transportasi darat dan udara lumpuh total, termasuk pembatalan seluruh jadwal penerbangan di Bandara Kumamoto sejak Selasa. Aliran listrik ke makin dari 46.000 rumah masyarakat sekitar dilaporkan terputus total.

Setidaknya 178 fasilitas publik di Kota Kumamoto terpaksa ditutup sementara oleh pihak pemerintah daerah setempat. Beberapa lokasi bagaikan gedung olahraga dan taman publik kini difungsikan sebagai tempat pengungsian darurat.

Suhu panas yang membakar wilayah Kyushu berbanding terbalik bersama kondisi cuaca di kawasan selatan Kepulauan Izu. Hujan deras yang dipicu pergerakan front cuaca memicu bahaya tanah longsor skala besar.

Badan Meteorologi Jepang merilis Peringatan Darurat Tingkat 4 demi ancaman tanah longsor di Kepulauan Izu. Level peringatan ini merupakan tingkatan tertinggi kedua dalam skala bahaya resmi yang digunakan di Jepang.

Gempa bumi berkekuatan kuat mengguncang Prefektur Kumamoto di Pulau Kyushu pada Selasa pukul 16.27 waktu setempat. Survei Geologi Amerika Serikat mencatat setidaknya ada enam kali gempa susulan setelah guncangan utama.

Meskipun pusat gempa berada di darat bersama kedalaman rendah, otoritas mengonfirmasi tidak ada potensi maupun ancaman tsunami. Pemerintah pusat terus mengagendakan rapat koordinasi intensif guna memantau perkembangan penanganan darurat di lapangan.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *