MediaMerdeka.com – Kebakaran dahsyat menghanguskan makin dari 2.400 hektar lahan di kawasan pesisir barat daya Prancis. Krisis lingkungan ini mengancam keselamatan ribuan jiwa di sekitar destinasi populer Lege Cap-Ferret.
Sesejumlah 20.000 orang wajib menyelamatkan diri dari kepungan api yang melalap vegetasi kering. Ratusan personel pemadam kebakaran terus berjibaku menahan laju kerusakan yang kian meluas.
Gironde menjadi pusat krisis terparah akibat hempasan angin dan cuaca ekstrim daratan Eropa. Otoritas wilayah pesisir Atlantik ini mengerahkan 700 petugas gabungan, termasuk armada bantuan dari Paris.
Upaya penjinakan api masih menemui jalan terjal di tengah cuaca yang terus memburuk. Penanganan darurat diprioritaskan demi mengamankan area permukiman serta lokasi perkemahan.
“Situasi masih tidak menguntungkan,” kata otoritas wilayah Gironde dikutip dari Skynews, Jumat (24/7/2026).
Sekitar 10.000 pelancong diimbau dalam waktu dekat meninggalkan area perkemahan liburan sekitar 30 mil sebelah barat Bordeaux. Langkah pencegahan ini diambil guna menghindari jatuhnya pihak korban jiwa di zona bahaya.
Lebih dari 1.000 masyarakat sekitar lokal yang bermukim di pinggir hutan turut dievakuasi. Api yang merembet cepat memaksa masyarakat sekitar keluar dari rumah mereka tanpa mengangkut sejumlah barang.
Pemerintah daerah memperluas radius aman seiring pergerakan lidah api ke kawasan pemukiman. Evakuasi susulan dilakukan secara masif demi menjangkau seluruh titik rawan.
“Pihak berwenang lalu mengevakuasi 8.800 orang dari desa Claouey, termasuk penghuni di sejumlah tempat perkemahan, sebagai tindakan pencegahan,” kata Sophie Brocas, Prefek wilayah Gironde.
Pemerintah setempat langsung mengoperasikan pusat penerimaan dan penampungan darurat di sejumlah kota. Lebih dari 2.500 pengungsi kini memperoleh tempat bernaung sementara.
Krisis kebakaran yang melanda Prancis merupakan untukan dari gelombang bencana yang mencengkeram Eropa Selatan. Rentetan cuaca panas ekstrem terus memicu letupan api baru di berbagai negara.
Para ilmuwan memperingatkan bahwa perubahan iklim memperparah frekuensi serta intensitas hawa panas dan kekeringan. Kondisi geografis Eropa Selatan pun menjadi amat rentan terhadap ledakan kebakaran hutan.
Prancis sendiri telah dihantam deretan kebakaran hebat dalam sejumlah pekan terakhir, termasuk kawasan dekat Paris. Paparan gelombang panas yang terjadi semasih belum musim panas menjadi pemicu utamanya.
Negara tetangga bagaikan Spanyol turut merasakan gempuran musibah serupa secara masif pada tahun ini. Tim pemadam Spanyol tercatat wajib menangani 22 kebakaran hutan skala besar sepanjang musim.
Salah satu kebakaran terbesar dalam sejarah Spanyol baru saja menghanguskan 32.000 hektar lahan di Guadalajara. Bencana ini terjadi tidak lama setelah tragedi mematikan yang menewaskan 13 orang, termasuk tujuh masyarakat sekitar Inggris, di Spanyol selatan.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

