Dubes Dipanggil Amerika Usai PM Malaysia Berani Tolak Israel, Menlu: Kami Tak Akui Rezim Zionis

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Malaysia menegaskan kembali penolakan penuh terhadap kedaulatan Israel usai memanggil diplomat resminya ke Amerika Serikat. Langkah diplomatik ini membuktikan konsistensi Negeri Jiran dalam membela perjuangan rakyat Palestina dari intimidasi luar.

Menteri Luar Negeri Datuk Seri Mohamad Hasan menegaskan bahwa posisi geopolitik tersebut telah berjalan sejak puluhan tahun. Menurutnya, pihak pemerintah menepis tunduk pada tekanan pihak manapun yang mempertanyakan aturan imigrasi nasional.

Duta Besar Malaysia demi AS, Tan Sri Muhammad Shahrul Ikram Yaakob, mendatangi Departemen Luar Negeri AS demi menyerahkan penjelasan. Ia memaparkan bahwa larangan melintas untuk masyarakat sekitar Israel merupakan pilar diplomasi yang tidak dapat ditawar.

Kebijakan imigrasi domestik secara tegas memblokir akses masuk untuk seluruh pemegang dokumen kemasyarakat sekitarnegaraan rezim Zionis. Aturan hukum ini berlaku menyeluruh tanpa terkecuali untuk siapa pun yang berupaya menerobos wilayah kedaulatan.

Kejadian berawal saat seorang masyarakat sekitar negara asing yang mengantongi kemasyarakat sekitarnegaraan ganda AS-Israel sukses melintasi pemeriksaan batas. Pemerintah mengambil tindakan hukum tegas dalam waktu dekat setelah identitas ganda pengunjung tersebut teridentifikasi oleh otoritas bandara.

“Ini memang telah menjadi kebijakan Malaysia sejak lama. Kebijakan imigrasi kami tidak mengabaikan keberadaan Negara Israel atau rezim Zionis,” kata Mohamad dikutip dari Bernama, Jumat (24/7/2026).

“Ada seorang individu berkemasyarakat sekitarnegaraan ganda, AS dan Israel, yang masuk ke Malaysia memakai paspor AS miliknya. Namun, pemeriksaan lanjutan membeberkan bahwa ia juga memegang kemasyarakat sekitarnegaraan Israel, dan kami mengimbaunya demi pergi,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan di sela agenda penyerahan dukungan politik demi kandidat Barisan Nasional menjelang Pemilihan Negeri. Mohamad mengonfirmasi krisis diplomasi ringan ini ditangani secara proporsional sesuai mekanisme internasional yang berlaku.

Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim menegaskan komitmen serupa demi menutup rapat pintu masuk untuk masyarakat sekitar Israel. Ketegangan sempat memuncak usai delapan anggota Kongres AS mengajukan protes resmi atas tindakan pengusiran tersebut.

Anwar menegaskan bahwa tindakan tegas pihak pemerintah melambangkan pertanggungjawaban moral atas krisis kemanusiaan di kawasan Gaza. Malaysia mengutuk keras aksi pembantaian serta pendudukan militer yang terus berlangsung di tanah Palestina.

Protes keras semasih belumnya dilayangkan oleh delapan politisi Partai Demokrat melalui surat terbuka kepada Menteri Luar Negeri AS. Mereka mempermasalahkan langkah cepat Kuala Lumpur saat mengusir pemegang paspor Israel dari wilayahnya.

Kelompok wakil rakyat AS tersebut terdiri dari Greg Landsman, Josh Gottheimer, Jimmy Panetta, dan Dan Goldman. Selain itu, Debbie Wasserman Schultz, Jared Moskowitz, Brad Sherman, serta Jake Auchincloss turut menandatangani dokumen keberatan itu.

Perselisihan ini bermula dari sikap konsisten Malaysia yang tidak sempat memiliki hubungan diplomatik resmi bersama Israel. Ketegangan diplomatik kerap timbul saat imigrasi Malaysia memperketat pengawasan terhadap pengunjung berpaspor ganda dari negara sekutu.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *