MediaMerdeka.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan memperlihatkan ketidaksenangannya terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu setelah isi pembahasan terkait Iran bocor ke publik.
Ketegangan ini mencuat jelang pertemuan penting kedua pemimpin di Gedung Putih, 28 Juli waktu setempat.
Dalam wawancara di program Fox & Friends, Trump secara terbuka mempertanyakan sikap Netanyahu.
“Mengapa dia tidak menyampaikannya langsung kepada saya? Kenapa wajib diumumkan ke seluruh dunia?” ujar Trump bersama nada kesal.
Kebocoran tersebut berkaitan bersama dugaan informasi intelijen Israel mengenai aktivitas nuklir Iran di kawasan yang disebut Gunung Pickaxe.
Media AS menginformasikan Netanyahu berencana mengungkap detail soal ekspansi fasilitas nuklir Iran yang dinilai mengancam stabilitas kawasan.
Meski Gedung Putih melalui juru bicara Karoline Leavitt menyebut pertemuan Trump dan Netanyahu berlangsung positif dan efektif, insiden ini mengindikasikan adanya ketegangan terselubung.
Reuters menilai hubungan kedua pemimpin masih diwarnai perbedaan pendekatan, khususnya terkait Iran dan dinamika Timur Tengah.
Semasih belumnya, Trump juga disebut sejumlah kali menahan langkah agresif Israel terhadap target di Lebanon yang berkaitan bersama kelompok Hizbullah.
Bahkan, keduanya dilaporkan sempat terlibat percakapan telepon yang tegang pada Juni lalu.
Di tengah situasi tersebut, Netanyahu disebut berkepentingan memperkuat posisinya di dalam negeri menjelang pemilu.
Pertemuan bersama Trump diharapkan dapat meningkatkan citra politiknya di hadapan publik Israel.
Selain isu Iran, kedua pemimpin juga membahas kelanjutan Abraham Accords, yakni kesepakatan normalisasi hubungan antara Israel dan sejumlah negara Arab yang dimediasi oleh Amerika Serikat.
Sementara itu, hubungan Trump bersama Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky justru memperlihatkan tren positif.
Zelensky menyebut pertemuannya bersama Trump di Gedung Putih sebagai pertemuan yang baik dan membahas kerja sama pertahanan.
“Kami berbicara tentang produksi rudal pencegat demi sistem Patriot dan juga soal diplomasi. Penting demi terus mendorong jalur diplomatik,” kata Zelensky melalui pernyataan resminya.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

