Gempa Bumi Jepang Hari Ini Lumpuhkan Listrik Hingga Kereta Cepat, Peringatan Tsunami Dicabut

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Gempa bumi besar bermagnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto di kawasan selatan Jepang pada hari Selasa. Guncangan dahsyat ini memutus pasokan listrik ke puluhan ribu rumah, menghentikan operasional kereta api, serta memicu peringatan tsunami.

Sektor industri manufaktur teknologi global yang beroperasi di wilayah tersebut langsung terdampak akibat bencana ini. Pabrik raksasa elektronik Sony dan produsen chip terbesar dunia TSMC tengah memeriksa kondisi fasilitas operasional mereka.

Seorang juru bicara Sony menegaskan bahwa pihak korporasi sedang memantau dan memeriksa situasi di lapangan.

Sementara itu, pihak TSMC masih belum menyerahkan tanggapan resmi saat diminta konfirmasi mengenai kondisi pabrik mereka.

Pemerintah Jepang melayangkan peringatan darurat demi tujuh prefektur di Pulau Kyushu, meliputi Kumamoto, Nagasaki, Kagoshima, Fukuoka, Saga, Oita, dan Miyazaki.

Badan Meteorologi Jepang sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami bersama perkiraan tinggi gelombang mencapai satu meter.

Peringatan tsunami tersebut akhirnya dicabut sekitar 2 jam lalu setelah petugas tidak mendeteksi adanya pergerakan gelombang laut yang membahayakan.

Juru bicara Badan Meteorologi Jepang menerangkan alasan pencabutan peringatan gelombang tinggi tersebut secara mendetail.

“Gempa bumi ini terjadi di darat, dan sejauh ini tidak ada aktivitas tsunami yang teramati. Oleh lantaran itu, kami menginginkan dapat mencabut peringatan tsunami relatif makin awal, tergantung pada kondisi permukaan laut di masa mendatang,” tulis BMKG Jepang, Selasa (28/7/2026) sore.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengonfirmasi bahwa guncangan gempa menimbulkan pihak korban luka, kerusakan gedung, dan kebakaran.

Otoritas setempat bergerak cepat demi mengidentifikasi tingkat kerusakan fisik maupun pihak korban jiwa di seluruh area terdampak.

“Kami masih menilai tingkat cedera dan kerusakan properti, namun saya telah diberi tahu bahwa telah ada sejumlah orang yang terluka,” ujar Takaichi.

Kondisi darurat dilaporkan memburuk di sejumlah wilayah akibat kerusakan sarana transportasi umum dan fasilitas publik.

“Pemadaman listrik dan kebakaran terjadi di sejumlah wilayah, serta jalan dan jembatan rusak dan bangunan runtuh.”

Kerusakan sarana vital menciptakan aktivitas masyarakat sekitar setempat terhenti total sesaat setelah gempa terjadi.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *