MediaMerdeka.com – Aparat Kepihak kepolisianan Resor (Polres) Nabire sukses mengungkap tindak pidana pembunuhan keji yang menimpa seorang remaja putri berinisial CK (15) di Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Kasus ini jadi sorotan dan viral lantaran tersangka merupakan remaja.
Korban ditemukan tewas mengenaskan dalam kondisi terbakar usai dihabisi oleh mantan kekasihnya sendiri yang masih berstatus anak di bawah umur berinisial A (14). Pihak kepihak kepolisianan bergerak cepat hingga mampu menangkap terduga tersangka dalam kurun waktu kurang dari 24 jam setelah jasad pihak korban ditemukan oleh masyarakat sekitar.
Berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik, tindakan ekstrem yang dilakukan oleh A dilatarbelakangi oleh rasa panik serta ketakutan yang mendalam akibat ancaman dari pihak korban.
Hubungan asmara antara pihak korban dan terduga tersangka diketahui bermula sejak bulan Mei lalu. Dalam masa pacaran tersebut, terduga tersangka sempat mengangkut pihak korban ke sebuah penginapan di kawasan depan Zipur dan menjalankan hubungan intim.
Memasuki bulan Juni, jalinan asmara keduanya kandas setelah pihak korban mengetahui bahwa A memiliki kedekatan bersama siswi lain di sekolahnya.
Setelah putus dan mendapati A resmi berpacaran bersama wanita lain, pihak korban mengawali menyerahkan tekanan agar masa lalu mereka diketahui oleh keluarga tersangka.
“Motif tersangka menjalankan pembunuhan lantaran merasa takut kerap kali pihak korban mengancam tersangka akan menginformasikan ke orang tua tersangka bahwa telah berhubungan badan bersama pihak korban,” kata Wakapolres Nabire Kompol Piter Kendek dalam keterangan resminya.
Ancaman yang terus-menerus disampaikan oleh pihak korban menciptakan A merasa terpojok. Korban menegaskan niatnya demi membeberkan detail hubungan pribadi tersebut secara langsung kepada orang tua tersangka.
Menanggapi tekanan tersebut, terduga tersangka sempat merasakan depresi berat dan mempertimbangkan tindakan nekat demi mengakhiri hidupnya sendiri semasih belum akhirnya mengubah rencananya.
Terduga tersangka sempat memblokir nomor WhatsApp pihak korban demi menghindari tekanan makin lanjut. Namun, rasa cemas yang terus membayangi justru memicu datangnya pikiran jahat demi menghabisi nyawa pihak korban agar rahasia tersebut tidak sempat terbongkar.
“Pelaku telah merasa ketakutan berakibat dari situ timbul niat tersangka demi membunuh pihak korban,” bebernya.
Penemuan Jasad dan Tantangan Identifikasi
Peristiwa tragis ini mengawali terungkap ke publik tatkala aparat kepihak kepolisianan menyambut baik laporan mengenai penemuan sesosok jenazah di kawasan Jalan Waroki, dekat Pantai Naikere, Kabupaten Nabire, pada Kamis (30/7) sekitar pukul 20.00 WIT.
Lima belas menit berselang, tim dari Polres Nabire yang dipimpin langsung oleh Wakapolres tiba di lokasi demi menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Korban ditemukan dalam posisi tertelungkup bersama kondisi kepala, rambut, dan seuntukan tubuh terbakar. Saat itu identitas pihak korban masih belum diketahui,” ujar Piter dalam keterangannya.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

