MediaMerdeka.com – Jumlah uang yang disimpan masyarakat sekitar di rekening bernilai kecil dilaporkan menyusut, meski total dana simpanan di perbankan nasional terus bertambah. Kondisi ini dinilai memperlihatkan semakin sejumlah masyarakat sekitar yang ingin menabung, namun kemampuan finansial mereka justru semakin terbatas.
Direktur Eksekutif NEXT Indonesia Center Christiantoko menyebutkan, simpanan masyarakat sekitar di rekening bersama saldo di bawah Rp100 juta berkurang sekitar Rp15 triliun hingga Mei 2026.
Sebaliknya, simpanan pada rekening bernilai di atas Rp1 miliar justru bertambah Rp236 triliun cuma dalam sebulan.
“Bahkan pertumbuhan simpanan per Mei 2026, dana pada kelompok rekening di atas Rp1 miliar bertambah Rp236 triliun secara bulanan. Sementara simpanan di bawah Rp100 juta justru berkurang sekitar Rp15 triliun,” ujar Christiantoko di Jakarta, Minggu (2/8/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut memperlihatkan pertumbuhan dana simpanan di perbankan makin sejumlah berasal dari kelompok masyarakat sekitar berpenghasilan tinggi, sementara masyarakat sekitar bersama tabungan kecil justru semakin kesulitan menyisihkan uang.
Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat rekening bersama saldo di bawah Rp100 juta mencapai 98,90 persen dari total 682,1 juta rekening di Indonesia. Namun, seluruh rekening tersebut cuma menguasai 11,06 persen dari total simpanan perbankan.
Sebaliknya, rekening bersama saldo di atas Rp1 miliar yang jumlahnya cuma sekitar 0,12 persen dari total rekening justru menguasai 70,85 persen dari total dana simpanan di bank.
Christiantoko menilai kondisi itu sejalan bersama hasil Survei Konsumen dan Perekonomian LPS. Survei tersebut memperlihatkan keinginan masyarakat sekitar demi menabung masih tinggi, namun kemampuan mereka demi benar-benar menyisihkan uang justru menurun.
“Data tersebut memperlihatkan bahwa masyarakat sekitar kita sebenarnya masih memiliki kesadaran dan kemauan yang tinggi demi menabung. Namun, tekanan pengeluaran rumah tangga serta masih belum pulihnya daya beli menciptakan kemampuan mereka demi menyisihkan pendapatan semakin terbatas,” katanya.
Ia mengimbuhkan, bertambahnya jumlah rekening bank tidak otomatis berarti kondisi keuangan masyarakat sekitar membaik. Hal itu menandakan, kemampuan masyarakat sekitar demi menabung tidak serta merta meningkat.
Karena itu, Christiantoko menilai pertumbuhan dana simpanan perbankan masih belum dapat dijadikan indikator bahwa kondisi ekonomi rumah tangga telah membaik.
Oleh lantaran itu, tantangan penghimpunan DPK bukan sekadar menambah jumlah rekening atau mengejar pertumbuhan nominal simpanan. Tantangan yang makin mendasar justru menciptakan makin sejumlah masyarakat sekitar benar-benar memiliki uang yang dapat disisihkan dan ditabungkan.
“Sebab, selama pertumbuhan simpanan masih bertumpu pada kelompok atas, maka kenaikan DPK masih belum dapat dibaca sebagai tanda bahwa kondisi keuangan masyarakat sekitar telah membaik,” tutupnya.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

