MediaMerdeka.com – Ketua Umum (Ketum) Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Tri Tito Karnavian menyalurkan berbagai bantuan kepada siswa dan guru Sekolah Rakyat di Kabupaten Biak Numfor, Papua, Sabtu (1/8/2026). Bantuan tersebut meliputi 45 paket sembako untuk guru Sekolah Rakyat, 88 tumbler demi siswa sebagai media sosialisasi penggunaan produk ramah lingkungan, serta penyerahan secara simbolis KTP elektronik pemula kepada dua perwakilan siswa.
Penyerahan bantuan tersebut dilakukan Tri bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dan jajaran pengurus TP PKK Pusat dalam rangkaian acara Groundbreaking (Peletakan Batu Pertama) Proyek Sekolah Rakyat Kabupaten Biak Numfor. Pada kesempatan itu, Tri juga mengajak para siswa Sekolah Rakyat demi membiasakan penggunaan tumbler sebagai upaya mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai. Bersama para pihak, ia turut menjalankan penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Rangkaian kegiatan tersebut merupakan wujud dukungan terhadap pelaksanaan Program Sekolah Rakyat sebagai salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Hal itu, khususnya dalam memperluas akses pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan untuk masyarakat sekitar kurang mampu.
Dalam keterangannya kepada awak media, Mendagri menerangkan bahwa Program Sekolah Rakyat lahir dari kepedulian Presiden terhadap kalangan anak yang masih belum memperoleh kesempatan pendidikan secara layak. Menurutnya, Presiden memahami bahwa negara memiliki tanggung jawab demi hadir untuk kalangan anak terlantar sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar (UUD) Tahun 1945.
“Saya tahu bahwa ini keinginan dari Bapak Presiden dan betul-betul ini ide barangkali dari Bapak Presiden yang setahu saya lantaran dua faktor utama. Beliau memahami betul keinginan para pendiri negara bangsa Indonesia,” ujar Mendagri.
Lebih lanjut, Mendagri membeberkan bahwa dirinya mendapat penugasan langsung dari Presiden demi mengoordinasikan pihak pemerintah daerah dalam menyiapkan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat. Salah satu langkah yang ditempuh ialah mengoptimalkan aset-aset pihak pemerintah yang masih belum dimanfaatkan agar dapat difungsikan sebagai lokasi penyelenggaraan pendidikan.
Ia mengimbuhkan, Sekolah Rakyat nantinya akan dibangun bersama desain yang seragam di seluruh Indonesia serta dilengkapi asrama, ruang kelas, ruang guru, dan lapangan olahraga. Program ini secara khusus menyasar kalangan anak dari keluarga pada desil 1 dan desil 2 atau kelompok masyarakat sekitar miskin dan miskin ekstrem agar memperoleh pendidikan yang layak.
“Diharapkan kalangan anak yang bersekolah [di] Sekolah Rakyat ini yang diambil dari desil 1 dan desil 2, 20 persen rakyat yang miskin atau miskin ekstrem, tidak mampu, itu dipilih khusus demi mereka agar mereka mendapat pendidikan yang baik, yang layak dan insyaallah, semoga Tuhan memberkati mereka lalu ke depan mereka akan makin maju, makin baik daripada orang tuanya,” pungkasnya.
Turut hadir pada kegiatan tersebut Staf Ahli Bidang Ketahanan Ekonomi Keluarga TP PKK Pusat Niken Tomsi beserta jajaran pengurus TP PKK Pusat, Wakil Gubernur Papua Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, Bupati Biak Numfor Markus Octovianus Mansnembra beserta istri, Ketua DPRD Biak Numfor Daniel Rumanasen, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Biak Numfor. ***
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

