Sekolah Rakyat Wonosobo Terima Ratusan Siswa Baru, Wamensos: Harapan Keluarga Kurang Mampu

admin
By
admin
4 Min Read

MediaMerdeka.com – Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menghadiri Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah dan Siswa (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 di Sekolah Rakyat Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Jum’at (31/7/2026).

Sekolah Rakyat Wonosobo menyambut baik sesejumlah 270 siswa baru, terdiri dari 120 siswa jenjang SMA, 120 siswa jenjang SMP, dan 30 siswa jenjang SD.

Disamping siswa baru yang berasal dari Kabupaten Wonosobo, juga terdapat 60 siswa baru dari Kabupaten Temanggung. Sehingga total ada 330 siswa baru yang akan mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat Wonosobo.

“Jadi totalnya ada 270 orang, titipan siswa baru dari Temanggung ada 60 orang, ditambah bersama siswa yang telah existing 100 orang ya,” kata Agus Jabo ditemui usai acara.

Dalam sambutannya, Wamensos Agus Jabo menerangkan program Sekolah Rakyat bertujuan demi memutus transmisi kemiskinan antargenerasi melalui penyediaan akses pendidikan. Namun disamping itu, tujuan lainnya merupakan membangun sebuah harapan.

“Membangun harapan untuk saudara-saudara kita yang kurang mampu, yang tadinya telah tidak punya harapan, anaknya dapat bersekolah, setelah ada Sekolah Rakyat harapan itu muncul kembali,” ujarnya.

Melalui Sekolah Rakyat, Presiden Prabowo Subianto ingin memuliakan masyarakat sekitar yang selama ini masih belum terbawa dalam proses pembangunan atau yang disebut the invisible people.

Oleh lantaran itu, Agus Jabo mengimbau kepada para guru dan tenaga kependidikan (tendik) demi senantiasa menjalankan tugas bersama ikhlas dan penuh kesabaran, mengingat para siswa di Sekolah Rakyat hadir dari latar belakang yang berbeda-beda.

“Kepada para guru, saya mohon lantaran kalian sebagai pengganti orang tua, yang sabar, yang ikhlas, anggap kalangan anak yang sekolah di Sekolah Rakyat Wonosobo ini menjadi kalangan anak kita sendiri, supaya orang tuanya tenang,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Agus Jabo menerangkan Gedung Sekolah Rakyat permanen semasih belumnya ditargetkan mampu menampung seribu siswa. Target tersebut ditambah menjadi dua ribu siswa, mengingat sejumlahnya anak yang membutuhkan layanan Sekolah Rakyat.

“Pak Presiden pada hari semasih belumnya perintahnya merupakan setiap sekolah wajib dapat menampung seribu siswa. Sekarang ini kita diperintahkan satu sekolah wajib dapat menampung minimal dua ribu siswa, lantaran saking sejumlahnya kalangan anak kita yang tidak sekolah,” kata Agus Jabo.

Sementara itu, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menyampaikan apresiasinya kepada Keaparatur negara kementerianan Sosial lantaran telah mendukung pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Wonosobo.

“Terima kasih kepada Pemerintah pusat khususnya Keaparatur negara kementerianan Sosial Republik Indonesia, atas kepercayaan yang diberikan Kepada Wonosobo sebagai (salah satu) lokasi Sekolah Rakyat permanen,” kata Afif.

Menurutnya, meskipun sejumlah tantangan dan rintangan tapi pada akhirnya Gedung Sekolah Rakyat permanen dapat berakhir dibangun dan dalam waktu dekat dimanfaatkan demi siswa.

“Alhamdulillah, berkat arahan Pak Menteri Sosial, berkat bimbingan Pak Wamensos, Pak Sekjen dan seluruh Jajarannya, alhamdulillah pada akhirnya kita dapat keluar dari persoalan-persoalan yang kita hadapi,” ujarnya.

Sebagai informasi, kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Wonosobo Amir Husein, Wakil Bupati Temanggung Nadia Muna, Kadinsos Provinsi Jawa Tengah Imam Maskur, Jajaran Forkopimda Kabupaten Wonosobo, dan aparatur negara terkait lainnya.***

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *