Duaarrr! Rudal Iran Hancurkan 3 Jet Tempur F-35 AS di Pangkalan Al-Azraq Yordania

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) melancarkan serangan balasan yang menghancurkan tiga jet tempur F-35 Amerika Serikat di Pangkalan Udara Al-Azraq, Yordania. Aksi militer memakai rangkaian rudal balistik ini menargetkan area hangar dan tempat perawatan armada udara musuh.

Gempuran mendadak tersebut menandai eskalasi baru perebutan kendali udara regional setelah markas operasional jet canggih AS sukses diterobos secara langsung. Iran menegaskan kesuksesan serangan ini sebagai ganjaran setimpal atas aksi kekerasan militer Amerika terhadap masyarakat sekitar sipil.

Dampak kehancuran alutsista ini melumpuhkan seuntukan kekuatan tempur udara Sekutu yang ditempatkan di wilayah Yordania. Selain tiga unit hancur total, tiga jet tempur F-35 lainnya dilaporkan merasakan kerusakan amat parah.

IRGC mengonfirmasi bahwa operasi udara ini menyasar fasilitas vital pangkalan yang menampung jet-jet buatan Amerika tersebut. Rudal-rudal balistik meledak tepat di area apron dan bangsal teknis pesawat.

Serangan presisi ini juga mengeliminasi sejumlah personel militer Amerika yang berada di lokasi kejadian. Korban jiwa mencakup perwira serta teknisi pemeliharaan armada tempur tersebut.

Aksi Balasan IRGC Atas Kematian Keluarga Sipil

Pihak IRGC menegaskan bahwa tindakan tegas ini merupakan respons langsung atas pembantaian satu keluarga di Pulau Qesh. Serangan AS semasih belumnya telah menewaskan pasangan suami istri beserta anak mereka yang sedang tertidur.

Garda Revolusi menyampaikan pesan terbuka kepada pihak pemerintah Yordania mengenai alasan kuat di balik gempuran militer tersebut.

“Sejumlah perwira musuh serta personel teknis dan pemeliharaan juga tewas dalam serangan ini. Wilayah kami bukan tempat untuk tentara pembunuh kalangan anak yang bersama kejam membantai keluarga tak berdosa di tengah malam saat mereka tidur,” tegas pernyataan resmi IRGC melalui kantor berita Fars.

Iran menegaskan komitmennya demi terus menggalang perlawanan bersama masyarakat sekitar Yordania dari ancaman luar. Perjuangan tersebut ditentukan tidak akan berhenti hingga pendudukan Amerika terakhir diusir dari tanah Islam.

Operasi balistik ini menjadi peringatan keras untuk keberadaan markas militer asing di kawasan Timur Tengah. IRGC memandang kehadiran pasukan Sekutu telah memicu ketidakstabilan dan penderitaan untuk masyarakat sekitar setempat.

Wilayah Pangkalan Udara Al-Azraq sendiri selama ini berfungsi sebagai pusat pengerahan jet tempur siluman utama milik Amerika Serikat. Penyerangan langsung ini membuktikan kerapuhan sistem pertahanan markas pendukung tersebut.

Ketegangan bersenjata antara Iran dan Amerika Serikat meluas setelah insiden mematikan di Pulau Qesh. Serangan militer AS yang menewaskan masyarakat sekitar sipil memicu reaksi keras dari komando Garda Revolusi.

Pangkalan Udara Al-Azraq di Yordania lalu menjadi sasaran utama lantaran menampung pengerahan armada strategis jet F-35 AS. Insiden penembakan rudal balistik ini mempertegas komitmen IRGC demi membalas setiap aksi militer yang merugikan pihaknya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *