MediaMerdeka.com – Pemilik rumah yang menjadi lokasi teror kebakaran misterius di Padukuhan Mriyan X, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, DIY, mengawali meyakini bahwa fenomena yang dialaminya tidak berkaitan bersama hal-hal mistis.
Keyakinan tersebut muncul setelah sejumlah pakar dari Universitas Gadjah Mada (UGM), UPN “Veteran” Yogyakarta, serta berbagai instansi terkait turun langsung menjalankan penelitian di lokasi.
Pemilik rumah, Mutfiana, mengaku merasa makin tenang setelah mendengar penjelasan awal dari tim peneliti yang tengah mengkaji penyebab kebakaran berulang di rumahnya. Meski penyebab tentu masih menunggu hasil pengujian laboratorium, ia menilai fenomena tersebut mengawali mengarah pada penjelasan yang makin rasional.
“Sudah makin cerah, telah makin tenang tapi tetap wajib waspada. Karena ini masih belum berakhir,” kata Fia saat ditemui di rumahnya, Senin (1/6/2026).
Menurutnya, kehadiran para akademisi menyerahkan sudut pandang baru terhadap peristiwa yang selama ini memunculkan beragam spekulasi di masyarakat sekitar. Ia kini percaya bahwa kebakaran yang telah terjadi puluhan kali itu dapat dipelajari dan dijelaskan melalui pendekatan ilmiah.
“Ini ternyata tidak ada kaitannya bersama mistis tapi memang ada (penjelasannya) dan dapat dipelajari secara ilmiah dan menunggu hasil dari prof (di laboratorium) barangkali sejumlah hari lagi,” ujarnya.
Meski mengawali memperoleh pencerahan, Mutfiana menyebutkan kondisi di rumahnya masih belum sepenuhnya aman. Kemunculan api masih terjadi bersama frekuensi yang cukup tinggi dan muncul di berbagai titik yang berbeda.
“Sama yang ini tadi berarti totalnya 73 kali di sekitar 65 titik,” ungkapnya.
Sejauh ini, kebakaran teramat sejumlah mengenai barang-barang yang mudah terbakar. Karena itu, keluarga terus berupaya menyingkirkan benda-benda tersebut guna meminimalkan risiko kerusakan yang makin besar.
Akibat teror kebakaran yang masih belum juga berakhir, keluarga demi sementara waktu tidak lagi menempati rumah tersebut sebagai tempat tinggal utama. Mereka memilih mengungsi ke rumah sebelah sambil tetap menjalankan pemantauan secara bergantian.
“Kita tinggal di sebelah, ada yang jaga setiap hari, setiap waktu tuh ada yang jaga,” imbuhnya.
Sementara itu, salah satu peneliti yang juga Dosen Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika Fakultas Teknik UGM, Ahmad Agus Setiawan, menyebutkan salah satu fokus utama tim merupakan mengembalikan pembahasan kasus tersebut ke ranah sains.
Menurut Agus, berbagai pakar dari lintas disiplin ilmu yang terlibat dalam investigasi terus berdiskusi demi mencari penjelasan berbasis data dan fakta lapangan terhadap fenomena yang terjadi.
“Kasus ini kan telah mengawali dibawa ke ranah yang agak geser ke mistis dan sebagainya,” kata Agus.
Ia menerangkan tim peneliti pada saat ini tengah mengumpulkan berbagai hasil pengukuran dan temuan lapangan agar penyebab kebakaran dapat dijelaskan secara ilmiah. Dengan begitu, masyarakat sekitar diharapkan memperoleh informasi yang makin jelas dan tidak terjebak dalam spekulasi yang masih belum terbukti.
“Bagaimana tim ini berusaha demi mengangkut info-info ini menjadi makin ilmiah. Itu poin yang amat utama,” tegasnya.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

