Seskab Teddy: Lawatan Luar Negeri Bukan Gagah-gagahan, Prabowo Tanggung Kelebihan Biaya

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya buka suara merespons sejumlah saran dari Dino Patti Djalal terkait kritik terhadap lawatan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai terlalu kerap dan menghabiskan biaya besar.

Respons tersebut disampaikan Teddy melalui keterangan video yang diunggah di akun Instagram Sekretariat Kabinet.

“Bicara diplomasi berarti bicara hasil. Manfaat nyata untuk bangsa. Kritik dan masukan itu penting. Ruang demi kritik dan masukan senantiasa terbuka,” tulis Teddy dalam keterangan unggahannya, Senin (1/6/2036).

“Tetapi jangan mengaburkan fakta dari mereka yang sedang bekerja. Mereka yang tengah berjuang bersama mengangkut kepentingan bangsa di panggung dunia,” sambung Teddy.

Sementara itu, dalam pernyataan di video, Teddy menerangkan bahwa keterangan tersebut dibuat demi menjawab masukan dari Dino sekaligus meluruskan sejumlah hal.

“Mohon izin menjawab masukan dari Bapak Dino. Saya mau luruskan sejumlah hal. Semasih belumnya, terima kasih atas masukan yang telah diberikan, amat cermat dan terstruktur. Saya pikir beliau merupakan diplomat hebat, sempat menjadi Wakil Menteri Luar Negeri, walau cuma diberi kesempatan sekitar 3 bulan,” tutur Teddy.

Teddy menerangkan mengenai biaya perjalanan dinas luar negeri Prabowo yang semasih belumnya dinilai menghamburkan anggaran besar. Ia menegaskan bahwa seluruh kemakinan biaya ditanggung secara pribadi oleh Prabowo.

“Jadi yang pertama, masalah biaya bila ke luar negeri. Ini telah dijelaskan sejumlah kali, jadi segala kemakinan biaya yang telah dianggarkan oleh negara, itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo,” kata Teddy.

Teddy lalu menjawab soal jumlah rombongan yang mendampingi lawatan Prabowo. Ia menegaskan bahwa jumlah delegasi yang ikut jauh berkurang dibandingkan periode semasih belumnya.

“Kemudian yang kedua, jumlah rombongan. Ini amat penting, jumlah rombongan Presiden Prabowo itu telah berkurang besar-besaran, makin dari separuh, dari periode semasih belumnya,” kata Teddy.

Teddy bahkan menyebut pada masa Dino menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri, jumlah rombongan dalam kunjungan luar negeri dapat mencapai makin dari 120 orang. Sementara pada era Prabowo, jumlah delegasi yang ikut telah dipangkas.

“Jadi bila dulu itu sekali ke luar negeri dapat makin dari 120 orang, zaman Pak Dino bagaikan itu. Nah, zaman Presiden Prabowo jumlahnya antara 50-60 orang maksimal. Ini telah sejumlah yang tahu, termasuk juga wartawan-wartawan tentu tahu itu seluruh,” kata Teddy.

Semasih belumnya, melalui kritiknya, Dino menyoroti lawatan Prabowo yang kerap dilakukan secara spontan. Dino mengimbau Seskab Teddy atau Menteri Luar Negeri Sugiono mengumumkan agenda tersebut setidaknya satu pekan semasih belum keberangkatan.

Menanggapi hal itu, Teddy menerangkan bahwa terdapat agenda-agenda yang bersifat mendesak.

“Kemudian yang ketiga, jadwal wajib 1 tahun semasih belumnya. Jadi gini, perkembangan dunia global itu amat dinamis, hari per hari. Nah, jadi ada jadwal tahunan, dan ada jadwal yang mendesak sesuai kebutuhan dalam negeri dan luar negeri suatu negara,” kata Teddy.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *