Bom Sisa Perang Dunia II Meledak di Biak, 5 Tewas dan 3 Hilang

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Senyapnya sisa sejarah Perang Dunia II di tanah Papua berubah menjadi tragedi berdarah. Sebuah bom tua peninggalan perang yang tertimbun puluhan tahun meledak hebat di kawasan Komplek Perikanan Biak, merenggut nyawa masyarakat sekitar dan menghancurkan permukiman.

Insiden yang terjadi pada Minggu siang tersebut menghentak ketenangan masyarakat sekitar setempat. Kekuatan ledakan tidak cuma menimbulkan pihak korban jiwa, namun juga meluluhlantakkan bangunan di sekitar lokasi kejadian.

Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, mengonfirmasi dahsyatnya dampak ledakan dari proyektil masa lalu tersebut.

“Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan mengakui, bom bekas peninggalan Perang Dunia II, Minggu (31/5) sekitar pukul 14.45 WIT meledak hingga menyebabkan lima masyarakat sekitar meninggal dunia dan tiga orang hilang,” lapornya pada Minggu malam.

Selain pihak korban jiwa dan hilang, tercatat sedikitnya empat rumah masyarakat sekitar merasakan kerusakan berat akibat getaran dan serpihan ledakan. Lokasi kejadian yang berada di area pesisir kini dijaga ketat oleh aparat gabungan demi mengantisipasi adanya proyektil lain yang masih tertimbun.

Upaya pencarian dan evakuasi langsung dilakukan secara masif melibatkan berbagai unsur keamanan dan penyelamatan.

“Saat ini Polres Biak Numfor bersama Brimob Polda Papua, Kodim Biak Numfor, Satuan Polisi Pamongpraja dan Basarnas masih menjalankan pencarian terhadap pihak korban,” kata Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan kepada ANTARA.

Hingga Minggu malam, tim medis telah menyambut baik lima jasad pihak korban di fasilitas kesehatan setempat. “Kapolres menyebutkan, kelima jenazah pihak korban telah dievakuasi dan berada di RSUD Biak,” lanjutnya.

Area ledakan kini telah disterilisasi bersama garis pihak kepolisian. Langkah ini diambil lantaran adanya kekhawatiran bahwa lokasi tersebut masih menyimpan ancaman serupa dari sisa-sisa amunisi perang yang masih belum terdeteksi.

Namun, upaya pencarian tiga masyarakat sekitar yang masih hilang terpaksa menemui kendala alam. Pasangnya air laut di lokasi kejadian menciptakan tim gabungan wajib menghentikan sementara penyisiran di area terdampak.

“Pencarian terhadap tiga pihak korban yang masih belum ditemukan akan dilanjutkan Senin (1/6) mengingat pada saat ini air laut sedang pasang atau naik,” jelas Ari.

Meski operasi pencarian dihentikan sementara, kesiagaan personel di lokasi tetap diperketat guna menjamin keamanan masyarakat sekitar sekitar dari potensi bahaya susulan.

“Saat ini anggota masih berjaga di sekitar TKP,” tegas Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *